amaliadesii24434's Reading List
2 stories
SEPTIHAN by PoppiPertiwi
PoppiPertiwi
  • WpView
    Reads 57,401,359
  • WpVote
    Votes 4,303,926
  • WpPart
    Parts 60
Selamat membaca cerita SEPTIHAN: Septian Aidan Nugroho & Jihan Halana BAGIAN Ravispa II Spin Off Novel Galaksi | A Story Teen Fiction by PoppiPertiwi❤️❤️ [PART MASIH LENGKAP] [DAPAT DIBACA TERPISAH OLEH Galaksi & Galaksikejora] [NOVEL SEPTIHAN SUDAH TERBIT 31 JULI 2020 OLEH PENERBIT COCONUT BOOKS] Septian Aidan Nugroho. Murid laki-laki dengan bandana merah di lengan kiri seragamnya. Sangat pintar dan pendiam. Dalam hidupnya, perempuan seperti Jihan Halana tidak akan pernah dibiarkan masuk. Jihan Halana. Murid yang sangat cantik di sekolahan. Orang-orang mengenalnya perempuan yang sangat ekspresif. Mudah menggambarkan apa pun yang dia rasakan. Termasuk kepada Septian-laki-laki yang sudah sejak dulu Jihan suka walau hanya sebatas diam. Perasaan diam-diam yang muncul ketika pertama kali melihat Septian. Jihan yang ceria dan sendu selalu berusaa agar Septian menyukainya. Tahun ini Jihan kembali menyatakan perasaannya pada Septian. Hingga Septian memberinya sebuah syarat, "Belajar dulu yang bener. Kalau dapet peringkat 1. Baru bisa jadi pacar gue. Itu syaratnya." Semua orang pikir Jihan tidak akan mampu. Namun ketika melihat kesungguhan dan ketulusan Jihan membuat Septian ragu. Lantas apa mungkin sejak dulu Septian sudah menaruh hati pada Jihan sehingga Septian mengajukan syarat tersebut? 7 Mei 2018 2 [RAVISPA] Solidaritas Tanpa Batas! 1 IN TEEN FICTION 20 OKTOBER 2019 1 IN TEEN FICTION 21 OKTOBER 2019 1 IN TEEN FICTION 22 OKTOBER 2019 1 IN TEEN FICTION 23 OKTOBER 2019 1 IN TEEN FICTION 24 OKTOBER 2019 1 IN TEEN FICTION 12 NOVEMBER 2020 1 IN SEPTIHAN 12 NOVEMBER 2020 1 IN SEPTIAN 12 NOVEMBER 2020
KINESYA (On Going) by amaliadesii24434
amaliadesii24434
  • WpView
    Reads 294
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 8
Follow dulu yak:) kan gratiss>.< K I A - sebuah ujung - "Tungguin aja sampe janur kuning melengkung, kalo ga melengkung ya berarti gajadi" jawabnya dengan tenang Kia memalingkan tatapanya ke wajah dingin orang di sampingnya itu "Kamu itu masih sama ya Da, dingin dan simpel, meskipun aku nggak pernah tau asli perasaanmu gimana. Lalu, kamu nggak usaha apapun?" "Untuk apa Ki? Untuk sebuah hal yang belum pasti menjadi milik? Untuk orang yang menyatakan menyerah dan mundur terlebih dahulu dari semua ini. Setelah itu, rasaku dia baik-baik saja meskipun sendiri, begitupun aku, untuk apa aku berusaha. Lagi pula sejak kuliah kapan kamu bisa percaya sama aku, lagi? Enggak!" Sebuah kata yang diyakini akan menjadi milik selamanya ternyata salah, "teman". Keduanya hanya tercekat pada kata itu, berharao semua berjalan semstinya, meskipun keduanya yakin bukan ujung ini yang diharapkan oleh ruang kecil bernama rasa.