Mhammad_Abdur-rzq's Reading List
2 stories
𝐕𝐚𝐧𝐕𝐚𝐧. by TiaraAtika4
TiaraAtika4
  • WpView
    Reads 745,476
  • WpVote
    Votes 37,770
  • WpPart
    Parts 64
| T y p o B e r t e b a r a n. | •belum direvisi, mohon maaf kalo banyak kesalahan dalam penulisan• ᴡᴀʀɴɪɴɢ (𝟷𝟽+) ᴄᴇʀɪᴛᴀ ɪɴɪ ᴍᴇɴɢᴀɴᴅᴜɴɢ ʙᴀʜᴀsᴀ ᴋᴀsᴀʀ , ᴊɪᴋᴀ ᴋᴜʀᴀɴɢ ɴʏᴀᴍᴀɴ ᴅᴀɴ ᴛɪᴅᴀᴋ sᴜᴋᴀ ᴍᴏʜᴏɴ ᴅɪ ᴛɪɴɢɢᴀʟᴋᴀɴ. ---🌸. Mevan dan Vanya, dua sejoli yang sudah bertemu di rahim Emak mereka masing-masing. Keduanya bagaikan sepasang sepatu yang kemana-mana selalu bersama. Vanya dengan seribu sifat anehnya selalu membuat Mevan ingin selalu kembali kedalam perut Emaknya. Dari orok bersama dengan Vanya itu membuat Mevan harus benar-benar sabar menghadapi keanehan Vanya yang kelewat berlebihan. Sifat Vanya memang aneh bahkan kelewat aneh dengan tingkah yang selalu berubah-ubah. Vanya akan berubah menjadi bayi besar yang selalu ingin dimanja oleh Mevan. Kadang Vanya akan menjadi seperti kekasih Mevan yang tak suka jika Mevan dekat dengan gadis lain. Dan kadang Vanya akan menjadi gadis idiot nan polos yang ingin sekali Mevan nikahi detik itu juga. Namum Mevan sadar, jika ia menikah dengan Vanya bisa sipastikan dunianya berpindah ke planet pluto. Selamat datang dikisah Vanya dan Melvan. ---🌸 Started: Selasa 16 April 2019 Finished: Kamis 07 November 2019 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐲 𝐛𝐲 © 𝐓𝐢𝐚𝐫𝐚𝐚𝐭𝐢𝐤𝐚𝟒
Gravity by Tjheonsa
Tjheonsa
  • WpView
    Reads 251,807
  • WpVote
    Votes 17,614
  • WpPart
    Parts 37
"Lo punya kekuatan apa?" "Hah?" "Kenapa lo bikin gue seakan yang menahan gue di bumi ini bukan lagi gravitasi bumi, tapi, lo?" "..." --- "Dengerin gue!" "Apa lagi?! Apa lagi yang mau lo jelasin?! Hah?!" "Memang. Memang dia yang seolah menahan gue di sini, dia udah kaya gravitasi. Tapi sayang, di sini gue cuma sebagai buah apel, buah apel yang jatuh karna gravitasi itu..." Ia menghela nafas dan melanjutkan, "Tapi, lo. Lo dengan sabarnya nunggu buah apel itu, dengan tanpa cara paksa lo nunggu buah apel itu jatuh, lo yang nangkep buah apel itu sehingga buah apel itu ngak jatuh sia-sia, dan akhirnya, lo pakai buah apel itu untuk kebaikan, lo jadiin buah apel itu jadi berguna, nggak cuma ngejatuhin dia ke tanah." Air mata mulai berjatuhan, yang tadinya ia membentak, sekarang dia hanya ingin memeluk Kristen yang berusaha menjelaskan. "Jadi, lupakan masalah gravitasi. Sekarang, yang gue butuhin cuma lo. Lo adalah gravitasi gue, gravitasi yang mampu menahan dan menyeimbangkan gue, bukan yang menjatuhkan gue. Stay with me, please?" Gadis di depannya hanya diam, masih berlinang air mata, dan langsung berhambur ke pelukan Kristen.