ilovetheseaa
- Leituras 1,575
- Votos 235
- Capítulos 13
Jeno dan Renjun tumbuh berdampingan; rumah mereka berhadapan, dan hampir seluruh masa kecil mereka selalu bersama. Dari mandi, makan, sampai minum susu-semuanya harus bareng. Tapi seiring bertambahnya usia, perbedaan pemikiran dan sikap mereka mulai terlihat. Renjun sering berpikir bahwa ia benar-benar membenci Jeno, dan Jeno pun tak segan melontarkan kata-kata menusuk. Namun bagi orang tua mereka, semua itu hanyalah lelucon, sesuatu yang selalu membuat mereka tertawa.
Meskipun lebih muda tiga tahun, Renjun kerap merasa kesal dengan sikap sok dingin Jeno. Apalagi, di usia 23, Jeno sudah bekerja dan kaya raya, sementara Renjun yang berusia 20 tahun baru lulus S1 dan sedang mencari pekerjaan. Saat orang tua Renjun pergi, ia sering dititipkan ke keluarga Jeno. Bahkan perhatian orang tuanya kepada Jeno kadang membuat Renjun merasa tersisih, memperparah rasa kesalnya.
Renjun juga tak bisa menahan diri untuk mengamati Jeno. Tatapan tajam dan kata-kata menusuk Jeno selalu membuatnya tertarik, meski Jeno terlihat dingin dan tak peduli. Perbedaan fisik mereka juga jelas: Jeno berotot dan kekar, sedangkan Renjun cantik, putih, dan menarik, hingga sering disangka perempuan karena wajahnya yang menawan.
Di masa-masa nakalnya, Renjun sering membuat ulah. Orang tuanya akhirnya menyerah dan memintanya untuk "ditegur" oleh Jeno. Cara Jeno menegur sederhana, tapi efektif-menyentil dahi atau bibir Renjun yang berbicara kasar cukup untuk membuat Renjun menangis dan minta maaf.
Walaupun mereka saling membenci, ada sesuatu yang tak bisa dipisahkan di antara mereka. Sebuah magnet yang tak terlihat selalu menarik mereka kembali, menjadikan hubungan ini kompleks, panas, dan sulit dihindari.