sheissil
- LECTURAS 3,147
- Votos 250
- Partes 9
Aku tidak pernah menyapamu.
Bahkan namamu saja, hanya kusimpan rapi di kepala, bersama semua detik yang kuhabiskan untuk sekadar mencuri pandang dari kursi paling belakang.
Kita tak pernah bicara. Tapi aku mengingatmu lebih baik dari apa pun yang pernah kucatat.
Dan bertahun-tahun kemudian, ketika semesta diam-diam menyeret kita ke tempat yang sama lagi, aku hanya bisa bertanya dalam hati:
Masih bisakah rasa tumbuh, jika tidak pernah diberi air atau cahaya?
Cerita ini bukan tentang cerita cinta yang keras kepala. Ini tentang aku, tentang kamu dan tentang hal-hal yang tidak sempat dijelaskan, tapi tetap bertahan dalam diam.