Sulthonahaisya
Anak perempuan yang rumahnya dipenuhi cinta, tidak akan sibuk mencari cinta di luar rumah.
Karena ia tumbuh dari pelukan yang cukup, perhatian yang utuh, dan kasih sayang yang tidak pernah membuatnya merasa kurang.
Aku bahagia menjadi putri mereka.
Menjadi anak dari dua orang hebat yang tetap bertahan meski diterpa banyak badai rumah tangga.
Aku melihat lelah di mata mereka,
mendengar nada suara yang kadang melemah,
dan menyaksikan bagaimana mereka tetap memilih bertahan demi keluarga.
Dari mereka aku belajar bahwa cinta bukan hanya tentang kebahagiaan,
tetapi juga tentang tetap tinggal, tetap menggenggam, dan tetap saling menguatkan meski keadaan tidak selalu mudah.
Rumahku mungkin tidak sempurna,
tetapi dipenuhi cinta yang tulus.
Dan itu lebih dari cukup untuk membuatku bangga menjadi putri mereka.