bebekgorengjugaenak
- Reads 2,304
- Votes 378
- Parts 12
Petaka tidak pernah membawa surat pemberitahuan. Ia datang tanpa jejas, dia hadir menarikmu tenggelam dalam gelap tak berujung, sebuah lorong tanpa pintu keluar.
Dan, ketika semua itu terjadi pada sang adik, Shangjue rela menggunakan tulangnya sendiri sebagai jembatan penyatu jiwa-jiwa yang retak dan hilang dalam kabut duka.
Trigger Warnings ⚠️⚠️⚠️
Non-Consensual, Incest, dan Internalized Victim Blaming
Cerita ini merupakan sebuah eksplorasi fiksi yang berfokus pada tragedi psikologis dan dampak trauma berat. Mohon kebijaksanaan pembaca sebelum melanjutkan, karena narasi ini mengandung tema-tema sensitif yang mungkin akan memicu rasa tidak nyaman:
Peringatan Utama:
Kekerasan seksual (non-konsensual), manipulasi psikologis ekstrim (gaslighting), dan dinamika hubungan inses.
Tema Sosiologis: Pengkhianatan institusional, penyalahan korban (victim blaming), dan korupsi moral dalam struktur kekeluargaan.
Dampak Karakter: Depresi berat, serangan panik (panic attacks), dan gejala PTSD.
Pernyataan Penulis:
Penulis tidak mendukung, tidak menormalisasi, dan mengecam keras segala bentuk pelecehan atau kejahatan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh di dalam cerita ini di dunia nyata. Tulisan ini dimaksudkan sebagai studi karakter tentang kehancuran jiwa dan kritik terhadap sistem yang membungkam kebenaran demi reputasi.