Ayariixdw
- Reads 14,747
- Votes 1,078
- Parts 26
Semua dokter yang memilih untuk melanjutkan ke jenjang spesialis pasti sudah mempersiapkannya dengan matang, sudah siap dengan segala resiko yang dipilihnya.
Tetapi berbeda dengan Karina Daniella Djiwandono, dia memilih departemen bedah saraf karena hanya asal pilih, benar hanya asal pilih saja. Karena dia ingin menyudahi omelan sang Papa yang setiap hari didengarnya, mendesaknya untuk segera mengambil spesialis.
Alasan Papanya terus mendesaknya, itu karena menurutnya mimpi Karina terlalu kecil yang hanya ingin menghabiskan sisa hidupnya menjadi dokter umum tidak lebih.
Sampai dia masuk ke dalam saraf saraf otak manusia yang begitu kecil dan rumit yang membuatnya gila, lebih gilanya lagi dia harus memahami satu otak manusia kaku bernama Kresna Raharja yang menjadi konsulennya.