pingkipaii
- Reads 2,842
- Votes 423
- Parts 10
Bagi Bianca, pernikahan di usia dua puluh delapan tahun dengan pria pilihan orang tuanya adalah sebuah transaksi yang menguntungkan. Wiraka, sang suami yang terpaut usia dua belas tahun lebih tua, langsung bertolak kembali ke Dubai demi urusan bisnis setelah janji suci diucapkan.
Jarak ribuan kilometer di antara Jakarta dan Dubai menjadi sekat yang sempurna bagi Bianca untuk tetap menikmati kebebasan, tanpa perlu terusik oleh bayang-bayang kewajiban sebagai seorang istri.
Selama tiga tahun penuh, Bianca merasa aman di balik status pernikahan jarak jauh yang semu ini. Pria matang itu hanya hadir dalam bentuk suara yang tertata rapi, tenang, dan berjarak dari seberang ponsel. Hingga pada suatu malam, ketukan di pintu rumah mengubah segalanya.
Wiraka berdiri di sana, kembali setelah tiga tahun lamanya tanpa peringatan, membawa pulang seluruh wibawa dan hak mutlaknya yang sempat tertunda. Kepulangan sang suami yang tiba-tiba bukan lagi sekadar kunjungan singkat, melainkan awal dari tuntutan konkrit akan sebuah komitmen yang sesungguhnya.
Di hadapan ketenangan Wiraka yang mendominasi, Bianca mendapati dunianya yang bebas perlahan menyempit, menyisakan ketegangan intim yang tak lagi bisa ia hindari di setiap sudut kamar yang kini mereka bagi bersama.
[Don't copy my story!]