pingkipaii
- Reads 41,166
- Votes 4,900
- Parts 38
Iren tahu benar bahwa di dunia ini tidak ada pertolongan yang benar-benar gratis. Saat nyawanya terselamatkan oleh kemurahan hati Vania, ia sudah menyiapkan diri untuk membayar dengan cara apa pun kecuali menjadi rahim pengganti bagi suami perempuan itu.
Vania memiliki segalanya, kecuali seorang pewaris. Sementara Tama, sang suami, hanya menginginkan Vania di hidupnya. Namun, desakan dan cinta yang obsesif memaksa Tama membuka pintu rumah mereka untuk orang asing.
Iren masuk ke dalam pernikahan itu dengan satu janji yang terus ia bisikkan pada dirinya sendiri: Hanya sampai bayi itu lahir, setelah itu pergi.
Di tengah dinginnya sikap Tama yang tak menginginkannya dan rasa tahu diri yang mencekik, Iren justru menemukan dirinya terjebak dalam labirin perasaan yang salah. Di kota Jakarta yang keras, ia yang terbiasa mandiri kini harus belajar tunduk pada aturan main yang tidak boleh melibatkan hati.
Sanggupkah Iren tetap bertahan pada posisinya saat batas antara hutang budi dan obsesi mulai mengabur di atas ranjang yang sama?
Satu rahim, satu janji, dan sebuah harga diri yang perlahan terkikis habis.
[Don't Copy My Story!]