izzahkii's Reading List
3 stories
Melodi Dalam Hujan by indahmuladiatin
indahmuladiatin
  • WpView
    Reads 66,526
  • WpVote
    Votes 4,995
  • WpPart
    Parts 10
(SELESAI) FOLLOW DULU SEBELUM BACA Rintik air pada bumi, suara ranting karena angin, aliran deras sungai dengan bebatuan besar, serta suara nafas dan irama jantungnya adalah melodi dalam hujan. Kalimat ini masih menempel di otakku. Sekarang melodi dalam hujan terasa berbeda, karena dia telah kehilangan nada berharganya. Pada hujan kujatuhkan harapan, bahwa suatu hari nanti, melodi dalam hujan bisa kembali seindah saat dia ada di dekatku. Cover By : @radicielly
00.00 by ameysiaa
ameysiaa
  • WpView
    Reads 61,220,767
  • WpVote
    Votes 5,847,725
  • WpPart
    Parts 51
"𝚂𝚎𝚙𝚊𝚜𝚊𝚗𝚐 𝚕𝚞𝚔𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛 𝚍𝚞𝚔𝚊." -𝒜𝓂𝑒𝓎𝓈𝒾𝒶𝒶, 𝟢𝟢.𝟢𝟢 "Tolong jemput gue, Ka," pinta gadis itu. "Gak bisa, gue mau jemput Nilam." Jawaban dari seberang sana. "Berarti gue boleh minta jemput Sekala?" tanya gadis itu akhirnya. "Ganjen banget! Pesen taksi kan bisa." Gadis itu memasang raut tak percaya. "... gak waras lo, Ka." •••• "Lo lebih ngebela Nilam dibanding gue yang pacar lo sendiri, Ka!?" bentak Kara. "Nilam itu lagi sakit, Kara!" Naka balas membentak gadis itu. "Iya, sakit jiwa!" tandas Kara. •••• "Naka! Lo bilang lo bakal selalu percaya ama gue!" ucap Kara memohon "Itu dulu. Minggir!" ucap Naka dingin. •••• "Bahagia terus, Kara." "Lo peduli?" •••• "Pilihan lo cuma dua." "Mati tragis." "Atau hidup tragis." -00.00 Start ➡️11 April 2021 End ➡️9 Agustus 2021
Silent Girl by indahthaher
indahthaher
  • WpView
    Reads 482,191
  • WpVote
    Votes 42,949
  • WpPart
    Parts 55
Gadis itu selalu sendirian, tidak punya teman dan seperti diasingkan dari kota kelahirannya sendiri. Lalu tiba-tiba saja berita kematiannya datang. Dan itu sudah cukup memberiku alasan untuk kembali ke kota itu lagi. Gadis itu bunuh diri dan kini pemakamannya tiba-tiba dikunjungi oleh seisi kota ini. Ironi sebenarnya, sejak dulu seisi kota ini tidak pernah peduli dengan keberadaannya. Kepedulian itu justru muncul saat dia sudah mati. Tapi semakin lama, aku justru semakin merasa itu bukan lagi kepedulian. Itu sebuah sandiwara untuk menutupi hal mengerikan yang dilakukan kota ini pada gadis itu. Copyright © 2016 by Indah Thaher