Ziziee305
- Reads 957
- Votes 109
- Parts 8
Bahkan ketika semesta menghapus paksa memorinya dan dunia memberinya kehidupan yang baru, jiwa Mark Jung tetap menolak untuk mencintai orang lain. Baginya, ruang di dada kirinya telah dikunci rapat oleh satu nama: Haechan. Setelah dua belas tahun terjebak dalam labirin amnesia dan konspirasi kejam, takdir akhirnya menuntun sang kepala keluarga menemukan jalan pulang. Diwarnai air mata duka yang berganti menjadi riuh tawa, ini adalah melodi kepulangan yang utuh bagi sebuah cinta yang tak pernah bisa digantikan.
Namun, kisah ini bukan hanya tentang kepulangan sang ayah. Ini adalah tentang Chenle, sang putra sulung yang terbiasa pasang badan menghadapi dunia, dan Jisung, sahabat yang setia menjaga di balik bayangan. Melalui badai konspirasi yang mereka belah bersama, Chenle akhirnya memahami sebuah arti esensial: bahwa rumah bukan sekadar bentuk bangunan dengan fondasi yang kokoh, melainkan setiap detak jantung Park Jisung yang selalu menjadi tempat teraman bagi jiwanya untuk pulang.
"Jika Chenle adalah elang yang nekat menembus badai demi menjemput papanya, maka Jisung adalah langit yang memastikan elang itu tidak akan pernah jatuh kehilangan arah."