AetherK's Reading List
2 historias
Di Masa Kita (Pernah Ada) por AetherK
AetherK
  • WpView
    LECTURAS 13,856
  • WpVote
    Votos 2,241
  • WpPart
    Partes 54
Bagi Rendra, hidup adalah rutinitas yang tak memberi ruang untuk kesalahan-tenang, datar, dan penuh batasan. Lalu datanglah Zhaniel, bagai badai yang menerobos dunianya tanpa izin. Berisik, ceroboh, dan terlalu penuh warna untuk hidup yang selama ini hanya abu-abu. Mereka begitu berbeda, tapi tanpa sadar, langkah-langkah mereka mulai selaras. Sebuah kisah yang tumbuh tanpa rencana, berjalan tanpa tujuan, sampai akhirnya waktu mengubah segalanya. Kini, saat takdir mempertemukan mereka sekali lagi, pertanyaannya sederhana. Masihkah jejak masa itu tersisa, atau semuanya telah menjadi kenangan yang perlahan memudar?
Renu Wening  por AetherK
AetherK
  • WpView
    LECTURAS 3,742
  • WpVote
    Votos 749
  • WpPart
    Partes 38
Sri Prabudhana Adityanegara, Pangeran Mahkota Purnadipa, tumbuh dalam gemerlap istana namun hatinya senantiasa terpaut pada kesunyian bait-bait puisi. Ia terpesona pada karya penyair misterius bernama Renu Wening-puisi-puisi yang seolah mampu membaca isi jiwanya. Namun suatu hari, kabar menyebar. Renu Wening tak lagi menulis. Di tengah kekosongan itu, Prabudhana mendengar suara seseorang di pelataran istana-seorang pemuda rendahan bernama Naraya Sadvimuktama-membacakan syair milik Renu Wening dengan penghayatan yang menusuk. Sejak saat itu, Prabudhana meminta Naraya membacakan puisi-puisi itu hanya untuknya, tanpa tahu siapa sesungguhnya pemuda itu. Ketika perjanjian politik dengan Kerajaan Mandakara menuntut Prabudhana menikahi sang putri, kenyataan pahit terkuak: sang putri dan Prabudhana sama-sama mencintai orang lain. Tak ingin mencoreng nama baik sang putri atau membuat perjanjian dua kerajaan runtuh karena alasan memalukan, Prabudhana memilih mengaku bahwa dirinyalah yang menolak perjodohan. Tapi di balik keputusannya, kerajaan lain merasa dihina. Perang tak bisa dihindari. Dan sebagai "titik mula masalah", Prabudhana dijatuhi hukuman politik: dicabut gelar dan diasingkan jauh dari tanah kelahirannya.