Iamiisas_
Aku memang mudah sekali bosan apalagi jika harus menunggu, itulah alasannya kenapa aku selalu membantah jika harus menemani umiku, tapi mau bagaimana lagi Abiku harus bekerja hari ini ke luar kota.
Tidak bisa kupungkiri rasa bosan yang melandaku kala itu benar-benar membuatku menggerutu seakan ingin marah pada umi, padahal apalah daya umi yang juga harus ikut antrian sebelum masuk ke Ruang dokter untuk diperiksa. Hhhmmm, hari ini benar-benar menyebalkan untukku si pembosan ini.
“ Dulu waktu saya kecil, mengganggu Ibu saya dan kala itu ibu saya dalam keadaan emosi dan marah lalu mengucapkan pada saya pergilah ke masjidil haram, semoga kau menjadi imam masjidil haram.. Subhanallah sungguh dahsyat doa seorang Ibu ” Terdengar suara sendu seorang wanita paruh baya yang sedang membacakan cerita Syeikh As-Sudais..
“ Seketika rasa bosanku lenyap. Aku seakan terpanggil untuk mencari sumber suara wanita tersebut.. Tepat sekali, Wanita paruh baya itu ada dibelakang kursiku yang juga sedang menunggu di Lobi Rumah sakit ”
Tak berpikir panjang, aku menoleh ke arahnya. Wanita tersebut berhasil membuatku penasaran dengan akhir kalimat dari cerita yang ia bacakan.
“ Ada apa dik? Ada yang bisa Ibu bantu? Serunya ramah sembari melempar senyum kepadaku..
“ Benar bu, Cerita yang Ibu bacakan bagus dan akhir kalimat dari bacaan tadi sungguh membuatku tertampar ” Jawabku dengan wajah lirih
“ Selama kamu masih punya Ibu di dunia ini, hidupmu akan baik-baik saja, dik. Selama kamu merasa beruntung disitulah Doa Ibumu Dikabulkan oleh Allah.. Ini Ibrah dari cerita Syeikh As-Sudais yang saya bacakan barusan ke anak saya ” Jawab Wanita tersebut dengan lembut dan santun..
Allahhuakbar.. Seketika jantungku berhenti berdegup dan mataku berkaca-kaca, Aku menangis yaaa Aku sadar, kelakuanku pada Umiku belum mulia namun doa kebaikan Umi terhadapku selalu Allah Ijabah.
Maafkan aku, umi...
Ini cerita ketigaku
Semoga menginspirasi
Love,
Terimakasih ♥