Daftar bacaan Emmaistiqoma
3 cerita
Kebanggan Ustadzah  oleh Iamiisas_
Iamiisas_
  • WpView
    Membaca 22
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 1
Seperti biasa pagi ini anak sholeh dan sholeha berkumpul dihalaman untuk melaksanakan shalat dhuha berjamaah. Tapi sayang ustadzah nazhifah izin telat karena ada urusan kampus yang berbarengan dengan jadwal mengajar anak-anak. "ustadzah nazhifah kenapa baru datang, seru luthfi bersama rayhan. Sambil merapikan kerudung yang tersingkap ustadzah nazhifah hanya melempar senyum tanpa menjawab. "nola tadi belum peluk ustadzah nazhifah pas baru datang" nola membuat pernyataan baru. Masih dengan ransel dipunggung, dan kunci sepeda motor yang tergenggam ditangan ustadzah nazhifah, sedikit terburu-buru karena anak sholeh dan sholeha terus mendesak seakan menanti jawaban ustadzah nazhifah. "ssstt.. Kita fokus dulu muraja'ahnya ya. Sembari meraptkan telunjuk dibibirnya agar anak sholeh dan sholeha kembali fokus muraja'ah. Shodakallahhul'azim.. Serentak mengakhiri muraja'ah hari ini. Nola mendekati ustadzah nazhifah, tak ragu menggenggam tangan ustadzah nazhifah dan menatapnya penuh arti. " ustadzah.. Nola belum peluk ustadzah. " " Sini kak nola, peluk ustadzah sayang.. sembari mengeppakkan kedua tangan ustadzah nazhifah mengisyaratkan pelukan" "anak sholeh.. Anak sholeha.. Ustadzah harus ke kampus tadi pagi karena ada urusan. Ustadzah minta maaf ya.. "Iya ustadzah. Fildzah juga udah ga nangis , dan mau muraja'ah untuk kasih umi dan abi mahkota syurga. Seru fildzah. Pernyataan tulus nan polos itu membasahi sudut mata ustadzah nazhifah, tertegun dan terharu sembari menangkap semua sorot mata anak-anak syurga itu, berkata lirih " Terimakasi untuk jalan ma'ruf yang engkau berikan kepadaku dari mereka Hamba belajar banyak hal. Mereka kebanggaan Ustadzah Nazhifah. " Ini cerita pertama saya. Semoga menginspirasi. Jikalau berkenan mari mampir dan baca ya, Love, Terimakasih ♥
NIKMAT LUPA PART 1 oleh Iamiisas_
Iamiisas_
  • WpView
    Membaca 22
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 1
Allah telah menuliskan resah Sepaket dengan indah Allah juga berikan ujian Beserta jawaban Allah pun goreskan hikmah Bagi orang yang berpasrah Percayalah Kita perlu diuji Untuk tau rasanya bahagia😀 Kita perlu disalah pahami Sebelum kita disenangi😀 Kita perlu difitnah Sebelum semuanya indah😀 Kita perlu runtuh Sebelum semua utuh😀 Yg dulu menganggap sepele Tiba-tiba datang menyapa 😁 Yg dulu membenci Tiba-tiba datang minta tolong 😂 Yg dulu mengabaikan Suatu saat akan membutuhkan 😁 Begitulah semesta bekerja Jikalau kita mau bekerja keras Tapi.. Dari semua goresan hidup Ada yang patut kita syukuri Yakni nikmat lupa. Mahasuci Allah yang telah mengkaruniakan lupa. Kamu yang kini Adalah berkat doa mu yg kemaren, coba diinget lagi apa doa kita selama ini 😁😀 Dengan lupa kita bisa kembali pulih Dengan lupa kita tau manisnya hidup Gak bisa dibayangin deh kalo kita ga bisa lupa 😂 Lupa pada peristiwa, orang-orang, serta suasana yang menyakiti kita 😌 Barakallahfiik, semoga Allah memberkahi kita semua dengan nikmat Lupa.. Bersambung.. 📝 Iis Aisyah Sholihat, 12 Muharram 1442H : 11:41AM
Cerita Syeikh As-Sudais  oleh Iamiisas_
Iamiisas_
  • WpView
    Membaca 16
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
Aku memang mudah sekali bosan apalagi jika harus menunggu, itulah alasannya kenapa aku selalu membantah jika harus menemani umiku, tapi mau bagaimana lagi Abiku harus bekerja hari ini ke luar kota. Tidak bisa kupungkiri rasa bosan yang melandaku kala itu benar-benar membuatku menggerutu seakan ingin marah pada umi, padahal apalah daya umi yang juga harus ikut antrian sebelum masuk ke Ruang dokter untuk diperiksa. Hhhmmm, hari ini benar-benar menyebalkan untukku si pembosan ini. “ Dulu waktu saya kecil, mengganggu Ibu saya dan kala itu ibu saya dalam keadaan emosi dan marah lalu mengucapkan pada saya pergilah ke masjidil haram, semoga kau menjadi imam masjidil haram.. Subhanallah sungguh dahsyat doa seorang Ibu ” Terdengar suara sendu seorang wanita paruh baya yang sedang membacakan cerita Syeikh As-Sudais.. “ Seketika rasa bosanku lenyap. Aku seakan terpanggil untuk mencari sumber suara wanita tersebut.. Tepat sekali, Wanita paruh baya itu ada dibelakang kursiku yang juga sedang menunggu di Lobi Rumah sakit ” Tak berpikir panjang, aku menoleh ke arahnya. Wanita tersebut berhasil membuatku penasaran dengan akhir kalimat dari cerita yang ia bacakan. “ Ada apa dik? Ada yang bisa Ibu bantu? Serunya ramah sembari melempar senyum kepadaku.. “ Benar bu, Cerita yang Ibu bacakan bagus dan akhir kalimat dari bacaan tadi sungguh membuatku tertampar ” Jawabku dengan wajah lirih “ Selama kamu masih punya Ibu di dunia ini, hidupmu akan baik-baik saja, dik. Selama kamu merasa beruntung disitulah Doa Ibumu Dikabulkan oleh Allah.. Ini Ibrah dari cerita Syeikh As-Sudais yang saya bacakan barusan ke anak saya ” Jawab Wanita tersebut dengan lembut dan santun.. Allahhuakbar.. Seketika jantungku berhenti berdegup dan mataku berkaca-kaca, Aku menangis yaaa Aku sadar, kelakuanku pada Umiku belum mulia namun doa kebaikan Umi terhadapku selalu Allah Ijabah. Maafkan aku, umi... Ini cerita ketigaku Semoga menginspirasi Love, Terimakasih ♥