bblueeoceann
- LECTURAS 336
- Votos 62
- Partes 5
Ahn Seo Hee tak pernah merasa bahwa ia pantas untuk dipermainkan dengan tidak adil. Bongkahan takdir tak bisa mengekangnya agar tetap diam sementara rangkaian cerita hidup berusaha mencekiknya. Torehan luka yang satu itu jelas belum mengering, tapi seolah belum cukup- lintasan waktu yang kerap kali mampu menjadi penyembuh justru turut menaruh luka di lain sisi. Malam itu ketika seberkas cahaya bulan nyaris memudar dan selembaran rintik salju mulai menyertai langkahnya, Seo Hee bahkan tak mengira bahwa musim dingin akan menggiring seseorang kepadanya.
| j a n u a r y, 19 |