candrabondowoso
Cerita ini mengisahkan perjalanan emosional seorang laki-laki yang berangkat dengan harapan besar untuk menyatakan keseriusan cintanya, namun justru dihadapkan pada kenyataan pahit kehilangan orang yang ia cintai. Dari pagi yang penuh harap, berubah menjadi hari penuh pencarian, penolakan, hingga perpisahan terakhir yang tak terduga. Melalui sudut pandang orang pertama, pembaca diajak merasakan kepanikan, harapan, penyesalan, hingga amarah yang bercampur menjadi satu. "Sepi yang Tersisa" bukan hanya tentang kepergian seseorang, tetapi tentang semua kata yang tak sempat terucap, dan cinta yang harus hidup dalam kehilangan.