tikanurhaaa_
Aruma Laksatifa terkenal dengan benteng pertahanannya yang kokoh. Berkali-kali, ia menampik pinangan serius dari pria mana pun. Bagi banyak orang, Aruma seolah telah menutup pintu hatinya rapat-rapat, tak terjangkau.
Namun, ada satu pengecualian: Rifky Khannan.
Sosok yang mampu mencairkan suasana dan selalu menghadirkan lelucon dalam hidup Aruma itu adalah satu-satunya mantan kekasih yang selama ini diam-diam masih ia 'gamonin'-gagal move on. Rifky adalah kepingan takdir yang selalu Aruma rindukan kehadirannya, bahkan setelah bertahun-tahun berpisah.
Kini, Aruma telah menerima pinangan Rifky. Mereka telah menikah. Namun, takdir rupanya memiliki selera humor yang buruk. Profesi Rifky sebagai seorang profesional yang berorientasi lapangan menuntutnya untuk sering bepergian ke luar kota. Kehidupan pernikahan yang Aruma idamkan seketika menjadi sepi. Mereka jarang menghabiskan waktu berdua, bahkan komunikasi pun menjadi langka.
Rasa rindu yang menyakitkan mulai menggerogoti hati Aruma. Berulang kali, ia mencoba meyakinkan Rifky agar mengundurkan diri dari pekerjaannya, berharap dapat mengembalikan kehangatan yang perlahan memudar. Namun, usahanya sia-sia.
Puncaknya, pada suatu malam yang dingin, Rifky menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan-campuran antara penyesalan dan ketakutan. Sebuah pertanyaan yang menusuk tiba-tiba meluncur dari bibirnya, merusak sisa-sisa kedamaian yang Aruma pertahankan:
"Aruma," bisik Rifky dengan suara serak, "Apakah kamu mau menerimaku sekali lagi kalau kamu tahu aku berbuat dosa yang sangat besar?"
**********
SELAMAT MEMBACA!
Ig : @tikanurhaaa_