Arrrka's Reading List
2 stories
SEDUH ULANG by Arrrka
Arrrka
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
EPILOG - SEDUH ULANG Beberapa utang nggak bisa lunas pake uang. Harus dibayar pake hujan. Bagas Arkananta pernah punya mimpi bernama Seduh Dini Hari. Kafe kecil di Tunjungan, dengan notes biru berisi rumus 40-30-20-10. Lalu promo kopi 9 ribuan datang dari seberang jalan. Dalam tiga bulan, rolling door-nya turun. Permanen. Tujuh tahun kemudian, Bagas jadi barista di Kala Senja Tugu, Jogja. Bosnya Gilang Saputra. Dingin, sinis, paling hobi bilang waste ke semua ide. Di hari pertama, Gilang merobek notes biru itu. Yang Bagas nggak tau: Gilang yang gunting pita 9 ribuan tujuh tahun lalu. Yang Bagas nggak tau: tiap malem setelah itu, Gilang muntah sambil nulis nama-nama yang dia bunuh di buku besarnya. SDH. WBD. AMB. RYN. Empat UMKM. Empat nyawa. Satu post-it: Keuntungan paling mahal seumur hidup. Lalu jam 00:00 di Tugu, di antara dua kopi dingin dan laptop Excel yang menyala, Gilang ngomong dua kata: "Maaf, Gas." Seharusnya Bagas nonjok. Seharusnya dendam. Tapi dia malah nyodorin tangan. "Ajarin aku bikin shield, Mas. Biar besok kalau ada Lang lain, aku nggak jadi rain lagi." Maka dimulailah audit paling panjang: menagih dividen dari masa lalu. Dengan jam Casio KW 85 ribu sebagai bukti bayar. Dengan ferry ke Madura buat salim ke Bu Diah. Dengan nisan Koh Ryen yang cuma bisa dibayar pake hujan. Sampai neraca 7 tahun itu akhirnya 0. Balance. Ini bukan cerita tentang CEO yang jatuh cinta sama barista. Ini cerita tentang dua orang yang kehujanan di tahun yang sama, tapi baru bisa berteduh bareng tujuh tahun kemudian. Di halaman terakhir notes biru, Gilang nulis: 40% buat lo, 30% buat gue, 20% buat masa lalu, 10% buat kita. Balance nggak? Bagas jawab: Balance, Mas. Tapi kurang setoran modal. Kereta Senja Utama lewat. Kali ini nggak ada yang diem. Karena beberapa closing memang harus dirayakan pake ciuman, bukan laporan laba rugi. Kala Senja x Seduh Dini Hari Buka lagi. Di hati yang sama. ---
Satu Bilik dua Lanyard by Arrrka
Arrrka
  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 29
*"Satu Bilik, Dua Lanyard"* 🦎💛 Arka Pradipta datang ke KL buat Kuliah lalu magang di HMD. Rencananya simpel: Kuliah, kerja, nabung, pulang ke Jogja. Sampai dia ketemu Amar Hazim. Senior MSU pendiam, lesung pipi kiri, dan pemilik satu kebiasaan aneh-lanyard MSU-nya selalu senget. Karena sistem asrama kacau, mereka dipaksa satu bilik. Satu meja. Satu kipas. Awalnya dingin. Lama-lama jadi kebiasaan. Arka yang betulin lanyard Amar tiap pagi. Amar yang jagain Arka waktu skripsi hampir gila. Dari tteokbokki homemade, keyboard Keychron, sampai iPhone 15-semua jadi hadiah kecil buat satu perjanjian: tiap bab skripsi selesai, ada hadiah. Tapi hadiah terbesar ternyata bukan barang. Itu restu. Itu "pulang". Mak Gombak udah anggap Arka anak sendiri. Batik arwah Abah sekarang jadi gantungan kunci di lanyard MSU Arka. Dua lanyard. Dua keluarga. Satu bilik. Ini cerita tentang dua orang yang nggak sengaja jatuh cinta lewat hal kecil: betulin lanyard, suap bubur ayam jam 3 pagi, dahi ketemu dahi, dan kata "Rumah" yang diam-diam jadi password. *Romance slowburn. Slice of life. Family feels.* Narasi Bahasa Indonesia. Dialog Bahasa Melayu. Intim tapi aman. Nggak ada yang vulgar, cuma hangat sampai bikin nagih. Kalau kamu suka cerita tentang: - Anak rantau yang akhirnya nemu rumah - Cinta yang tumbuh dari kebiasaan - Keluarga yang nggak selalu sedarah - Dan satu password yang nggak bisa di-logout Selamat datang di bilik 15-11. Silakan masuk. Tapi hati-hati, sekali masuk... susah keluar 🫶 #Slowburn #BoysLove #SliceOfLife #Family #KLxJogja #LanyardVerse