FIKONIPATIIII
- Reads 207
- Votes 94
- Parts 34
"Jangan pernah melewati batas gerbang menara, Lili. Di luar sana, ada makhluk tanpa wujud yang selalu mengintai, mengikutimu seperti bayangan yang haus akan darah."
Peringatan dari kakaknya, Pangeran Harith, selalu menjadi dongeng pengantar tidur yang mencekam bagi Putri Lili. Alih-alih melahirkan rasa takut, cerita kelam itu justru menumbuhkan benih penasaran yang luar biasa di hati gadis kecil berusia 5 tahun yang polos tersebut. Baginya, menara megah yang menjadi tempat tinggalnya tak lebih dari sebuah sangkar emas yang mematahkan setiap rasa ingin tahunya tentang dunia luar.
Hingga suatu malam, rasa penasaran itu tak lagi bisa dibendung. Memanfaatkan kelengahan istana, Lili nekat kabur seorang diri, menembus kegelapan malam menuju dunia luar yang sepenuhnya asing.
Namun, apa yang dikatakan Harith ternyata benar. Di balik rimbunnya hutan yang gelap, sesosok makhluk misterius berjubah hitam telah menantinya. Ia merayap, ia terbang, dan ia memperhatikan. Dari balik kegelapan, sepasang mata tak terlihat itu mulai mengukir takdir baru bagi sang putri-bukan sebagai ancaman yang mengerikan, melainkan sebagai bayangan pelindung yang akan terikat bersamanya selamanya.