earthology
[ON GOING] KOOKMIN
"Cogito ergo sum. (I think, therefore I am.)" - Rene Descartes
Terlampau dekat, tapi tidak tersentuh. Terlalu jauh, tapi tetap terlihat. Deskripsi ini menggambarkan situasi Jeongguk yang terlalu nyaman dengan pikirannya sendiri. Terlampau banyak pertanyaan bersarang di dalam otaknya soal alam semesta tapi tidak seorang pun datang menawarkan jawaban. Tidak keluarganya, tidak Jimin, tidak Sang Maha Kuasa pula.
Ia bangun dengan semua kenangan hidup masa lalunya yang tidak terjamah. Melampaui zaman, menembus konsep ruang dan waktu. Cukup satu tujuannya di dunia, yang ia ketahui. Menemukan Jimin dan melebur bersama dengannya. Tapi dimana ia bisa menemukan Jimin? Di suatu sudut kota? Di seluruh penjuru dunia? Rasanya tidak. Jimin hidup. Di suatu tempat yang belum ia jamah. Tapi Jeongguk yakin seratus persen bahwa Jimin hidup di dalam dirinya. Sebagai sebuah hal, sesuatu yang lain. Tidak lahir secara harfiah tapi diciptakan. Ia dipelihara pikiran dan senantiasa menemani. Jadi akankah ia bertemu dengan Jimin? Jika tidak sekarang, mungkinkah nanti?
Ref: Kerajaan Medang, konsep dualisme Descartes, Kekaisaran Romawi Kuno