putriovina
Ada rahasia yang terkubur di bawah lantai rumah kaca itu. Dan hujan-hujan tidak pernah benar-benar bisa menghapus jejaknya.
Dua belas tahun lalu, dua gadis menghilang dalam satu malam yang basah. Kirana Prameswari dan Dinda Aditama-dua nama yang tidak pernah dibicarakan lagi di kota kecil Sumberarum. Tidak ada mayat. Tidak ada tersangka. Tidak ada keadilan. Hanya hujan yang terus turun, menutupi segalanya.
Alya Prameswari, adik Kirana, melarikan diri dari kota itu dan tidak pernah menoleh ke belakang. Sampai neneknya meninggal, dan ia terpaksa pulang-ke rumah tua yang penuh kenangan, ke rumah kaca yang aneh di belakangnya, dan ke pria misterius yang mengaku dipekerjakan neneknya untuk merawat taman.
Raka Aditama tidak pernah pergi. Dua belas tahun ia tinggal di Sumberarum, datang ke rumah kaca itu setiap minggu, merawat tanaman yang tidak pernah ia mengerti-menunggu jawaban yang tidak pernah datang. Kakaknya, Dinda, hilang di malam yang sama dengan Kirana. Dan Raka-Raka adalah satu-satunya yang melihat.
Ketika Alya menemukan buku harian Kirana, kaset tua berisi suara kakaknya, dan kunci kecil bertuliskan nama "Dewi," ia menyadari sesuatu yang mengerikan: kebenaran tentang malam itu tidak hilang. Ia hanya-terkubur. Di bawah lantai rumah kaca. Bersama tulang-tulang yang tidak pernah ditemukan.
Namun semakin dalam mereka menggali, semakin jelas bahwa tidak ada yang tidak bersalah di kota ini.
Neneknya menyimpan rahasia. Polisi menutup kasus. Kepala desa tersenyum terlalu lebar. Dan di suatu tempat, di kota seberang, seorang perempuan bernama Dewi sedang menunggu-perempuan yang kehilangan ingatannya, tetapi tidak kehilangan kebenaran.
Jejak Hujan di Rumah Kaca adalah kisah tentang cinta yang tumbuh dari luka, tentang keberanian yang lahir dari kehilangan, dan tentang kebenaran yang-seperti hujan-tidak pernah benar-benar bisa disembunyikan. Selamanya.