akseraaaa
- Reads 3,115
- Votes 252
- Parts 2
Marsha Hanah Komaladi-dua tahun usianya, tapi namanya sudah lebih sering disebut daripada kepala dusun. Bocah mungil dengan pipi bulat dan mata tajam itu dikenal sebagai "bocil penguasa Desa Retawu." Bukan tanpa alasan-ia adalah anak juragan sembako dan peternakan-Joko, sekaligus putri bidan desa yang disegani-Dila. Ditambah lagi, ia cucu, cicit, hingga canggah dari keluarga Komaladi yang tanahnya setengah kampung pernah disentuh tanda tangan mereka.
Sejak bisa berjalan, Marsha sudah terbiasa duduk di kursi kasir toko, menunjuk-nunjuk rak jajanan sambil berkata, "Itu ndaaa bowyeh dicentuh!" atau mengatur ayam-ayam di halaman seperti sedang memimpin rapat. Warga yang datang belanja sering dibuat gemas sekaligus tunduk pada perintah polosnya. Bahkan anak-anak yang lebih besar pun kadang menurut ketika Marsha berkata, "NDAAA LEBUTAN!!! SETOP!!!"
Di posyandu, ia dielus banyak tangan, di sawah, ia disapa dengan hormat, di pendopo, namanya disebut-sebut sebagai calon penerus juragan. Meski masih balita, auranya seperti sudah paham bahwa ia lahir bukan dari keluarga biasa. Namun di balik sikapnya yang suka mengatur itu, Marsha tetaplah bocah kecil yang tertawa lepas saat dikejar kupu-kupu dan tertidur pulas di dada ayahnya.
"Anak juragan" bukan sekadar julukan. Itu adalah cerita tentang bocah dua tahun yang tumbuh di tengah kuasa, cinta, dan sorotan satu desa-dan mungkin, tanpa sadar, sedang belajar menjadi pemimpin sejak dini.