zhein24Art's Reading List
5 stories
Aku bukan Kamu, Kamu bukan aku. by zhein24Art
zhein24Art
  • WpView
    Reads 2,195
  • WpVote
    Votes 361
  • WpPart
    Parts 29
Sebuah kata-kata yang tercipta oleh kejahilan jari. Sebuah kata-kata yang terbentuk karena ada rasa kesal dalam diri. Mengalir dan menjadi hasil. Marah dan melampiaskan pada pesan yang terbentuk karena kekecewaan. Bimbang akan dibawa ke mana rasa sedih, kecewa, dan marah ini. Berkarya dengan caraku dan berbahagia dengan caraku. Membenahi pikiran bahwa aku adalah aku dan Kamu adalah Kamu.
Kalimat yang tertinggal by zhein24Art
zhein24Art
  • WpView
    Reads 706
  • WpVote
    Votes 119
  • WpPart
    Parts 9
Derap langkah perlahan terdengar dari luar, menyusun irama dengan kecepatan yang sama. Rasanya suara itu semakin dekat, benar saja dia berhenti tepat di sampingku. Dengan lembut bibirnya mulai mengeluarkan suara. "May, aku di sini ...," Tangan hangatnya tiba-tiba menguatkan pundakku, "kau masih ingat denganku?" "K-kau." Benik mataku seketika berkaca-kaca. Rasanya ingin kutumpahkan tangisan ini, tapi sepertinya itu sia-sia. "Kau masih mengingatku, 'kan?" tanyanya sekali lagi. "Maaf, aku harus pergi." Terpintas sebuah ingatan di mana orang-orang yang kusayangi kini 'lah pergi, karena sebuah teka-teki yang sulit untuk dipahami.
Memoar (Cerpen) by K_ambara17
K_ambara17
  • WpView
    Reads 1,731
  • WpVote
    Votes 84
  • WpPart
    Parts 1
Hanya sepenggal kisah tentang dia dan dia. Itu dia, yang selalu melayangkan tatapan teduhnya. Itu dia, dengan garis mata yang akan terlihat begitu melengkung ketika tersenyum. Itu dia, yang dengan mudahnya bahagia karena hal-hal sederhana. Ini hanya sebuah cerita tentang pertemuan pertama mereka. Hanya satu cerita singkat yang belum pernah kamu temui pada lembar-lembar sebelumnya. Semoga kamu yang pernah membaca kisah mereka di hari silam, saat ini juga sedang ... merindu.
Di Atas Rasa (TERBIT) by K_ambara17
K_ambara17
  • WpView
    Reads 41,105
  • WpVote
    Votes 1,644
  • WpPart
    Parts 25
"Adalah mereka yang merangkum kisahnya di atas rasa." Bagi Mahawira Hasta (Hasta), sanubari milik Rainaya Sukma Wibisono (Naya) adalah selayaknya lautan rasa yang akan selalu membuai dalam riak renjana yang tulus. Begitu banyaknya kesempatan dan manusia yang memenuhi dunia Naya. Namun, sepotong hati milik gadis itu pada akhirnya hanya jatuh pada Hasta. Di balik kondisi fisik Hasta yang tak lagi bisa disebut "biasa", Naya justru hanya melihat makna yang begitu subtil di dalam kalbu pemuda itu. Sebuah makna yang pada suatu masa mengantar Naya pada sebuah cerita kelam masa lampau yang selama ini tersembunyi rapat-rapat dalam dunianya yang penuh puing-puing ironi. Bagi Ratnamaya Hawa (Hawa), bunga panca warna biru adalah analogi dari dunianya yang selama lima tahun belakangan dipenuhi perasaan kecewa dan takut. Rasa bersalah yang terus mengendap di batin semenjak tragedi yang mengubah dunianya dan Hasta di lima tahun silam, pada akhirnya tak henti membuat Hawa terus melihat Hasta sebagai sosok rapuh yang harus selalu dilindungi. Hingga pada suatu waktu, di tempat yang tak pernah ia sangka, Hawa menemukan bunga panca warna merahnya--seseorang yang membawa pesan harapan. Akankah hari-hari penuh rasa bersalah dan mimpi-mimpi buruk itu berakhir? Pertama dipublikasikan pada 18 Agustus 2019 Cover art by: Didi Andi Instagram ID: @didiandii
Bangsaku & Bank Saku {Wattys Award Winner} by Iko_Nimbuss
Iko_Nimbuss
  • WpView
    Reads 139,617
  • WpVote
    Votes 18,699
  • WpPart
    Parts 39
[Kumpulan Cerita] Yang culas sembunyi di fana ujaran; Yang bernas berbunyi di kekal tulisan. Bangsaku dan Bank Saku; Selisan, berparak, jibaku. ===== Pemenang The Wattys 2018 kategori The Change Makers. © Iko_Nimbuss Ilustrasi sampul: https://static.boredpanda.com/blog/wp-content/uploads/2016/11/I-Create-Surreal-Illustrations-To-Show-How-Different-Ideas-Coexist-5825ba681aea8__700.jpg