hurufretak
Laras tak lagi percaya bahwa doa bisa mengubah apa pun. Setelah ditinggalkan oleh orang yang paling ia cintai, ia merasa sendirian di dunia yang tak peduli. Malam demi malam ia menulis surat kepada Tuhan-bukan sebagai bentuk keyakinan, tapi sebagai pelampiasan luka yang tak bisa ia bagi pada siapa pun.
Namun tanpa ia sadari, surat-surat itu perlahan mengubah cara ia memandang dunia. Sebuah lagu di radio yang datang di waktu tepat, pelukan seorang anak kecil, aroma hujan yang menenangkan, hingga secangkir teh dari tetangga yang nyaris tak pernah bicara-semuanya datang seperti jawaban lembut dari langit. Laras mulai menyadari bahwa mungkin Tuhan memang sedang mendengarkan... hanya saja Ia menjawab dengan cara yang berbeda.
Cerita ini adalah perjalanan batin seorang wanita yang belajar melihat cahaya di tengah gelapnya hati. Sebuah kisah tentang patah, lalu perlahan pulih. Tentang keajaiban-keajaiban kecil yang membisikkan harapan, bahkan ketika tak ada lagi kata yang bisa diucapkan.