titanmageran
*Pembaruan satu kali per minggu,
Nami tidak pernah membayangkan takdirnya akan ditentukan oleh sebuah perjodohan politik. Sebagai putri yang tumbuh dengan kecerdasan dan kebebasan berpikir, ia percaya hidupnya adalah miliknya sendiri hingga namanya disebut dalam perjanjian antar kerajaan.
Luffy adalah pangeran dari kerajaan jauh. Putra mahkota bungsu dari tiga bersaudara: Ace dan Sabo. Sebuah mahkota yang seharusnya bukan miliknya kini bertengger di kepalanya, bukan karena ambisi, melainkan karena dua saudaranya memilih jalan lain dan menolak tahta. Luffy menerima mahkota itu bukan untuk berkuasa, melainkan untuk melindungi.
Pertemuan mereka bermula dari kewajiban, bukan cinta. Namun di balik sikap santainya, Luffy adalah sosok yang berbeda dari yang Nami bayangkan. Ia tidak memerintah, tidak mengekang, dan tidak menuntut kepatuhan. Ia justru mendengarkan. Menghargai setiap pendapat Nami, seolah perempuan itu bukan sekadar calon ratu, melainkan pasangan sejajar.
Di hadapan dunia, Luffy adalah raja masa depan. Namun di hadapan Nami, ia hanya seorang pria yang dengan tulus memanggilnya,
"My princess."
Di antara intrik kerajaan, tanggung jawab mahkota, dan hati yang perlahan saling mendekat, Nami harus memilih: menerima takdir yang telah ditulis, atau menulis ulang kisah cintanya sendiri bersama sang pangeran bungsu yang memilih menghormati, bukan memiliki.
---
Catatan:
Cerita ini akan terdiri dari 10 chapter. Konflik hanya akan berfokus pada permasalahan kerajaan dan bangsawan. Mungkin bagi sebagian dari kalian, alurnya akan terasa cukup klise, seperti yang sering dijumpai dalam novel maupun manhwa. Tidak akan ada tokoh pria red flag, karena hal tersebut cukup tidak saya sukai. Cerita ini hanya akan memiliki happy ending, meskipun tentu saja Luffy dan Nami akan sedikit "disiksa" sepanjang perjalanan cerita. Selamat membaca.