nararasi
- Reads 380
- Votes 52
- Parts 10
Di tengah hiruk-pikuk Kota Tua Jakarta, sejarah selalu terasa jauh, hingga Nayla Arundhati muncul dengan data, disiplin, dan reputasi yang ia jaga mati-matian.
Lalu datang Citra Maheswari-aktris dengan kebaya dan keberanian, yang percaya sejarah harus dirasakan, bukan sekadar dijelaskan.
Kolaborasi mereka di depan Museum Fatahillah awalnya hanya eksperimen kecil. Tapi chemistry yang tak terduga (di panggung dan di balik layar) membuat tur mereka viral.
Saat netizen mulai "mengarang cerita" tentang kedekatan mereka, Nayla memilih menjaga jarak demi profesionalisme.
Citra memilih pergi.
Dan di antara sunyi lapangan Fatahillah saat senja, Nayla menyadari, yang hilang bukan hanya partner kerja.
Rumor. Ego. Ketakutan akan reputasi.
Sentuhan tak sengaja. Tatapan yang terlalu lama.
Debat tajam yang perlahan berubah jadi sesuatu yang lebih lembut.
Ketika mereka kembali berdiri berdampingan, pertanyaannya bukan lagi apakah tur itu akan sukses.