win_terpanda
Tentang Naomi, Nolan, dan suara petikan gitar yang tak jarang terdengar dari sebuah ruangan lembab dan dingin dalam kampus di Kota Bandung. Bagi mereka, ruangan itu adalah tempatnya mengekspresikan serta menenangkan diri dari badai statusnya sebagai mahasiswa. Petikan gitar menjadi penghubung keduanya dari kenalan biasa, hingga akhirnya tak canggung untuk menyantap nasi angkringan berdua.
Namun terkadang, pertemuan hanyalah sebuah pertemuan. Ekspektasi yang hanya disimpan, tak menjadi kenyataan. Garis takdir yang diidamkan orang sekitar, hanya sebuah fantasi samar. Kata orang, itulah takdir.
... Atau mungkin karena mereka tak bisa menyampaikan apa yang mereka rasa.