loonarloraa
Latar belakang Tuban tahun 1897 menjadi saksi bisu benturan dua dunia yang keras, kediktatoran kolonial Belanda dan sisa-sisa harga diri ningrat tanah Jawa. Kisah ini berpusat pada Jacobus Frederick van den Berg, seorang controleur muda berusia 26 tahun yang dingin dan arogan, serta Raden Roro Ayu Saraswati, seorang putri bangsawan trah Ronggolawe yang cerdas, berpendidikan Barat, dan terkenal keras kepala menolak tunduk pada pajak kolonial.
Ketika sang perwira tinggi datang membawa ancaman dan moncong pistol untuk mematahkan perlawanan di distrik kota lama, ia justru menemukan lawan tanding yang sepadan, seorang wanita berjiwa baja yang menatap matanya tanpa gentar.
Pertemuan pertama yang dipenuhi percikan api kebencian, debat tajam, dan adu argumen yang memanas perlahan-lahan berubah menjadi jeratan emosi yang membingungkan. Di tengah konflik politik, intrik pajak, dan tekanan imperium, kedua musuh bebuyutan ini justru terjebak dalam pusaran rasa yang tak mereka duga.
Garis tipis yang melelehkan benci menjadi cinta yang membara secara tersembunyi.
-loonarloraa