mbiiiil
Di masa depan, bumi hanyalah hamparan besi tua setelah Invasi Ras Mekanik Alien menghancurkan peradaban manusia. Senjata nuklir menjadi rongsokan, dan teknologi manusia dimanipulasi oleh AI musuh. Evan, penyihir hibrida terakhir umat manusia, mati setelah jantungnya ditembus oleh bilah plasma komandan alien. Namun, alih-alih pergi ke akhirat, kematiannya justru memicu sirkuit Chronos Core-artifak kuno yang ia curi dari situs terlarang. Evan terbangun di kamar kosnya yang sempit, tepat 10 tahun lalu, di masa di mana tubuhnya masih lemah, miskin, dan invasi besar baru akan terjadi 3 tahun lagi.
Berbekal ingatan masa depan, sistem kalkulasi kiamat di kepalanya, dan pengetahuan tentang kelemahan logika mesin alien, Evan memutuskan untuk tidak menjadi pahlawan yang terlambat. Dia mulai bergerak: Menimbun bahan mentah dan Mana Core sebelum harganya tak ternilai, Merekrut ilmuwan genius yang saat ini masih menjadi mahasiswa cupu yang dirundung, Mengubah gudang tua di pinggiran kota menjadi Benteng Anti-Kiamat berbasis Mana-Tech (Sihir & Teknologi).
Saat AI alien mengandalkan kalkulasi hukum fisika yang kaku, mereka tidak akan pernah siap menghadapi seorang pria dari masa depan yang mengendalikan sihir pelintir ruang dan senjata hibrida pemusnah massal.
"Tiga tahun lagi kiamat tiba. Dan saat gerbang invasi terbuka, armada besi mereka tidak akan menemukan domba untuk disembelih... melainkan sebuah benteng neraka yang siap mengubur mereka."