outroetear
Shania Moreille mengira kepindahannya ke sebuah loft sederhana di DUMBO, Brooklyn, adalah puncak kemenangannya setelah kabur dari kehidupan "boneka pajangan" di Indonesia. Dia hanya ingin ketenangan untuk melukis, mendengarkan musik grunge, dan hidup dengan caranya sendiri.
Namun, kemenangan itu buyar saat dia membuka pintu nomor 4B dan menemukan Leon Scott Kennedy berdiri di sana.
Leon adalah segalanya yang Shania benci: rapi, kaku, sangat terorganisir, dan memiliki obsesi aneh pada presisi mesin motor. Sementara bagi Leon, Shania adalah gangguan visual-seorang pelukis selebor dengan sepatu boots penuh coretan spidol yang mengancam estetika hidupnya yang sempurna.
Terjebak dalam kesalahan administrasi sewa, dua orang dengan kepribadian yang bertolak belakang ini terpaksa berbagi ruang. Di antara aroma cat minyak dan bau oli mesin, dimulailah perang dingin penuh roasting tajam, sabotase dapur, hingga perdebatan soal selera musik.
Shania pikir dia bisa menangani si mekanik sombong itu. Namun, dia lupa satu hal: Leon Kennedy tidak pernah membiarkan "mesin" yang rusak tetap berantakan-termasuk pertahanan hati Shania yang perlahan mulai ia preteli.
"I'm not paying rent here to listen to your morning cleanliness lectures, Kennedy." -Shania Moreille.
"And I'm not paying rent to watch my living room turn into a crime scene because of your paint spills, Moreille." -Leon Kennedy
──────────
Hanya fanfiction
The OG characters belongs to Resident Evil, Capcom