Agunggemanugraha007
KUMPULAN PUISI PENDEK PILIHAN
MENYENTUH JIWA
KARYA
AGUNG GEMA NUGRAHA
BUKU
Buku adalah jendela kalbu
Dengannya aku membuka waktu
Dalam rasa sunyi tak menentu
Dia setia menemaniku
Buku cinta pertamaku
Saat remaja mulai berbunga
Cakrawala berhiaskan permata
Mungkin hingga tiba masa senja
Biarkan dia di sampingku berada
SAYA MELIHAT HANTU
Kepala besar, kepala besar
Periuk lima meter badanku bergetar
Di balik jendela malam, hitam legam
Saya melihat hantu : huhu huhu huhu
PATRAKOMALA
Patrakomala, Patrakomala
Di mana kamu berada?
Langit di bawah kaki surga
bertanya dalam cinta kasihnya
Bandung lautan api
Patrakomala bagai warna matahari
Semangat pujaan hati
Patrakomala, Patrakomala
PUISI PENDEK
"KERING DALAM HUJAN"
Bandung hujan tetapi hatiku kekeringan
Dahaga menyandera langkah harapan
Hangus dibakar panas gejolak kerinduan
ELEGI AURORA
Ada kelopak mawar jatuh
Saat alunan orkestra mulai dimainkan
Satu-persatu ronanya luruh
tertiup angin lalu terbang
mengikuti nada-nada
Bersama gemericik hujan
di kaca jendela
SEPUCUK API
Sepucuk api menerangi ruang hatinya
Gelapnya penantian
lebur dalam basuhan cahaya
Sepucuk api menari meriahkan sunyi
Beriring lirih semilir angin
padamkan luka di kelam jiwa
SEHELAI RAMBUT
Dompet kulit adalah mustika yang terjahit
Melangkah ia dengan mata berparit
bekas derita seribu malam
Sehelai rambut menjadi jimat keramat
Anaknya lama tak jumpa
Kini sudah besar memancar karisma
RATAP LANGIT
Sehelai rambut setipis jalan kerinduan
Lelaki menelusuri hari-hari sepi
Ratap langit ratap langit
Rayap-rayap menggerogoti jati hati
yang pernah patah dikhianati
Sehelai rambut ia ikatkan
Di dua ujung kayu rapuh itu
TING
Ting
Adalah remaja yang hilang bunganya
Ting
Menjadi penyair angin dingin mendesir