starxxysea
Do you need help?
Tanpa ragu - ragu Estelle meraih uluran tangan didepannya. Dia sangat tahu saat ini dia sedang berurusan dengan makhluk supranatural entah apapun itu yang pastinya akan membahayakan hidupnya.
Namun satu hal yang dapat Estelle pastikan, makhluk dihadapannya ini bukanlah komplotan dari para musuhnya sekarang. Musuh yang membuat Estelle saat ini tersungkur dibawah jurang dengan penuh darah, musuh yang sedang merayakan kematian Estelle tepat dimalam ini.
"Berapa hargamu?"
Makhluk yang saat ini menjelma menjadi pria itu tertawa mendengar pertanyaanya. Estelle dapat merasakan ejekan dan kesombongan dari tawa pria itu, namun wajahnya terlihat begitu indah dibawah pantulan cahaya bulan purnama biru yang menjadi saksi pertemuan mereka.
"Nyawamu saja tidak cukup nona"
"Haruskah aku membunuh beberapa orang dan mempersembahkan padamu setiap harinya?"
Pria itu menyeringai.
"Jiwa manusia menyedihkan seperti itu tidak akan terasa apapun"
Telunjuknya mengarah pada Estelle.
"Kamu berbeda, jiwamu memiliki obsesi yang besar, kemarahan, dan rasa bangga. You know that the highest sin is a pride"
'Oke, setidaknya makhluk ini tertarik pada jiwaku'
"5 tahun. Apapun obsesi dan balas dendam itu, bisa kamu gapai. Setelah itu berikan jiwamu"
Estelle tersenyum puas.
"Tidak perlu selama itu. 2 tahun, dan selama 2 tahun itu akan aku berikan apapun yang kamu mau. Sebagai gantinya, jadilah perantara balas dendamku"
Gadis itu tahu, saat ini dia sedang berurusan dengan sesuatu yang sangat berbahaya. Dia telah jatuh dalam hasutan makhluk hina yang hanya mengambil keuntungan darinya. Sebuah kontrak terjalin tanpa kesempatan peninjauan ulang sama sekali.
Tapi Estelle tidak peduli, jika dalam hidupnya yang terlalu menyesakkan dan membuatnya sulit bernafas ini, seseorang memberikannya sebuah benang tipis dan rapuh pun, akan Estelle raih dan genggam dengan erat.
.
.
.
Even if it is from the devil