shafananya_san
Alvero Dirgantara, yap itu gue. Remaja yang gila nilai rapor tapi di balik kegilaan gue, gue punya seseorang yang gue sayangi (ya ini ga bawa-bawa ortu atau tuhan ya) tapi sayangnya gue sama dia itu jauh, bahkan gue berpikir kita ga bakal ketemu.
"kita ga nyata"
itu kata-kata gue yang mungkin nyakitin perasaannya, tapi dia diam aja waktu gue bilang gitu, mungkin dia speechless? Gue sayang dia, jadi gue mutusin buat ngelakuin hal yang buat dia risih tapi anehnya dia ga risih-risih!?
gue heran "kok ada ya cewe kayak gitu" dan "kenapa gue? dari sekian banyak laki-laki yang lebih baik, kenapa gue?" dan sampai sekarang gue masih mikirin jawaban itu semua, tapi sambil belajar (ya kali gue ngelupain nilai rapor).
di balik diri gue yang selalu bersinar gue ngerasa ga punya rumah
"lah rumah yang gede itu?"
haiya bukan rumah itu yang gue maksud, rumah yang bernyawa.
ortu gue masih lengkap dan orang lain iri ke gue karena gue punya keluarga yg "katanya" cemara, padahal... gue ga sebahagia itu.
arti bahagia itu seperti apa? sepertinya seru ya jika kita bahagia.