Ponxsen
Diusir secara kejam hingga kelaparan di bawah kolong jembatan, Kahfi Pradana (8 tahun) mengira pelariannya dari Negeri di Atas Awan telah berakhir tragis. Namun, pusaran dimensi gaib Navaria justru melempar bocah abad modern ini ke tengah belantara Majapahit purba-tepat beberapa tahun sebelum Mahapatih Gajah Mada mangkat.
Di tanah asing yang penuh bahaya ini, Kahfi diselamatkan oleh Wilana (10 tahun), seorang gadis kecil yatim piatu yang mengulurkan sepotong singkong bakar. Sejak detik itu, tangan mungil Wilana menjadi satu-satunya jangkar emosional yang Kahfi genggam erat demi bertahan hidup.
Tiga tahun kedamaian mereka di pinggir hutan mendadak hancur berantakan ketika pasukan berkuda Adipati Blambangan datang membawa titah paksa untuk menculik Wilana. Di usianya yang baru 11 tahun, Kahfi dipaksa menggunakan kejeniusan strategi taktis lintas zamannya demi merebut kembali belahan jiwanya.Ketika pelarian itu menuntut bayaran darah dan desingan panah besi mulai mengincar mereka, sanggupkah dua anak sebatang kara ini menantang kejamnya hukum bumi Wilwatikta?