Yuutina
Shila, mahasiswi Kriminologi asal Jogja berusia 21 tahun, nekat menyamar jadi siswi SMA elit di Jakarta demi tugas akhir. Penampilannya boleh imut dengan kemeja pink dan rok kotak-kotak, tapi jangan tertipu; dia adalah "pemain" lama yang jago observasi pola manusia dan punya mata setajam cat eye. Misinya simpel: menyamar jadi Sekretaris OSIS, kumpulin bukti, ungkap misteri sekolah, terus lulus. Dia bahkan sempat bikin geger lapangan futsal lewat tendangan salto akrobatiknya yang bikin Johan, si kapten futsal sekaligus Ketua OSIS, diam terpaku.
Namun, di balik gedung sekolah bergaya Amerika klasik dan ruang kepsek berdesain Joglo-Industrial yang unik, ada rahasia besar yang lebih rumit dari dugaan Shila. Menjadi sekretaris Johan memang memberinya akses bebas bergerak, tapi aroma keringat matahari dan tatapan tenang cowok itu seolah memberi sinyal kalau tugas ini nggak akan semudah kasus-kasus sebelumnya. Shila belum sadar bahwa lawan yang dihadapinya kali ini jauh lebih BERAT, dan penyelidikannya baru saja masuk ke lubang kelinci yang sangat dalam.