TokkiBunny97
Di Fakultas Ekonomi, ia belajar bahwa setiap permintaan ada harganya. Namun, bagi Kanya, harga yang harus dibayar untuk seorang Gavin terlalu mahal.
Ia adalah gadis yang datang dari desa dengan koper penuh rahasia dan kebohongan. Di tengah lilitan masalah finansial dan kebiasaan borosnya yang destruktif, satu-satunya hiburan yang ia miliki adalah "percakapan diam" di antara lorong perpustakaan atau barisan kursi kelas Teori Makro.
Cowok itu-yang perawakannya sedingin es dan tatapannya mengingatkannya pada Suga-selalu ada di sana. Menatapnya balik dengan intensitas yang sama. Tanpa kata, tanpa sapa. Hanya sebuah frekuensi yang ia yakini sebagai cinta.
Namun, dunia nyata tak seindah kurva di atas kertas.
Saat ia mulai memberanikan diri untuk melangkah, ia membentur dua kenyataan pahit yang membuat hukum ekonomi manapun kehilangan logikanya: cowok itu sudah memiliki seseorang di sisinya, dan mereka berdua berdiri di bawah naungan langit doa yang berbeda.
Dalam ekonomi, keseimbangan adalah segalanya. Tapi bagi mereka, mungkinkah ada titik temu jika semesta sejak awal sudah menetapkan harga yang tak sanggup mereka bayar?