Asing Stories

Refine by tag:
asing
WpAddorang
WpAddexpat
WpAddkursus
WpAddekspatriat
WpAddbahasa
WpAdduntuk
WpAddindonesia
WpAddindonesian
WpAddprivate
WpAddjakarta
WpAddlanguage
WpAddcourse
WpAddprivat
asing
WpAddorang
WpAddexpat
WpAddkursus
WpAddekspatriat
WpAddbahasa
WpAdduntuk
WpAddindonesia
WpAddindonesian
WpAddprivate
WpAddjakarta
WpAddlanguage
WpAddcourse
WpAddprivat

99 Stories

  • Ketika Persahabatan Jadi Senjata  by Aini185
    Aini185
    • WpView
      Reads 9
    • WpPart
      Parts 1
    Ketika Persahabatan Jadi Senjata Di kota gelap bernama Vireon City, hukum tidak lagi memiliki arti. Jalanan dikuasai oleh geng motor, perdagangan ilegal dikendalikan mafia bawah tanah, dan setiap sudut kota menyimpan rahasia yang siap menghancurkan siapa saja. Di tengah dunia penuh kekerasan itu, tujuh remaja yang dulu pernah bersahabat harus berdiri di sisi yang saling berlawanan. Sebuah insiden di masa lalu memecah mereka menjadi beberapa kubu yang dipenuhi dendam, kecurigaan, dan pengkhianatan. Masing-masing memilih jalannya sendiri-menjadi pemimpin geng, pengendali informasi, pemburu bayaran, hingga sosok misterius yang selalu muncul di balik setiap konflik. Namun semakin besar perang yang mereka ciptakan, semakin sulit membedakan mana musuh dan mana keluarga. Di balik semua kekacauan itu, tersembunyi satu kebenaran yang belum pernah terungkap sepenuhnya. Sebuah rahasia tentang malam yang menghancurkan persahabatan mereka dan mengubah janji untuk selalu bersama menjadi perang tanpa akhir. Ketika luka lama mulai terbuka kembali, mereka harus memilih: tetap saling menghancurkan demi balas dendam, atau mempercayai kembali seseorang yang selama ini dianggap sebagai pengkhianat. Karena terkadang, senjata paling mematikan bukanlah pistol atau pisau... melainkan persahabatan yang belum benar-benar hilang.
  • KITA SETELAH SEGALANYA by vitamienzeyy
    vitamienzeyy
    • WpView
      Reads 20
    • WpPart
      Parts 3
    Bagaimana jika yang paling menyakitkan bukanlah perpisahan, melainkan ketidakjelasan yang ditinggalkannya? Ada orang yang pergi dengan alasan. Ada pula yang pergi dengan kebencian. Namun ada kehilangan yang jauh lebih sulit diterima-ketika seseorang memilih pergi tanpa penjelasan, tanpa perpisahan yang utuh, seolah semua yang pernah terjadi tidak pernah berarti apa-apa. "Kita Setelah Segalanya" adalah kumpulan refleksi, luka, dan kata-kata yang lahir dari hati yang pernah ditinggalkan begitu saja. Tentang seseorang yang masih memegang kenangan, sementara orang yang menciptakannya telah lama melangkah pergi. Tentang malam-malam yang dipenuhi pertanyaan, tentang harapan yang perlahan berubah menjadi penerimaan, dan tentang usaha untuk pulang kepada diri sendiri setelah kehilangan yang tidak pernah diberi penutup cerita. Buku ini ditulis untuk mereka yang pernah menunggu jawaban yang tidak pernah datang. Untuk mereka yang pernah menjadi rumah bagi seseorang yang akhirnya memilih pergi. Dan untuk mereka yang sedang belajar bahwa tidak semua kehilangan membutuhkan penjelasan untuk bisa dilepaskan. Karena terkadang, yang paling sulit bukan menerima bahwa seseorang telah pergi. Melainkan menerima bahwa ia tidak akan pernah menjelaskan mengapa.
  • ter-asing by nodhanashinichi
    nodhanashinichi
    • WpView
      Reads 23
    • WpPart
      Parts 2
    Satu gempa bumi dilaporkan berlaku di pantai Mersing,Johor mengakibatkan keruntuhan sebuah rumah agam yang mengorbankan penghuninya, seorang pewaris syarikat perhotelan di negeri itu. Tatkala ini satu keajaiban berlaku apabila pemuda tersebut telah dihidupkan oleh satu 'entiti' asing yang mengambil alih tubuhnya tanpa disengajakan. Apakah motif utama entiti tersebut? Bagaimanakah masyarakat ortodoks di situ menerima kenyataan tentang entiti asing ini? Adakah ini cerita seram? Thriller? Atau mungkin romantik komedi? Tepuk dada, sakitlah paru-paru.
  • ANDAI AKU BISA MENGGENGGAM TANGANMU LEBIH LAMA by nabilahmuflihahnrdin
    nabilahmuflihahnrdin
    • WpView
      Reads 1
    • WpPart
      Parts 1
    Nadine selalu percaya bahwa beberapa perasaan tidak harus diucapkan untuk bisa dirasakan. Tapi justru karena itu, dia selalu gagal membaca tanda, atau mungkin sengaja memalingkan mata. Laziel sudah memberi semua petunjuk dari caranya berhenti menunggu, sampai kepergiannya yang tanpa kata pamit tapi penuh makna. Closurenya jelas, tapi Nadine masih hidup dalam kemungkinan yang tak lagi nyata. Di balik senyumnya, dia masih menolak percaya kalau rasa itu benar benar selesai. Ia menenangkan diri dengan kalimat, "Dia cuma lagi capek" atau "Mungkin dia masih sayang, cuma butuh waktu." Padahal perasaan Laziel sudah lama selesai. Sudah lama menyerah. Dan yang tersisa kini hanyalah Nadine, duduk sendiri di antara tanya yang tak lagi punya lawan bicara. Ini bukan tentang kehilangan orang, tapi kehilangan harapan yang dipeluk terlalu erat, bahkan saat kenyataan sudah menampar berkali-kali. Ternyata sakit ya, melepas genggaman tangan yang rasanya masih ingin kita genggam lebih lama, bahkan selamanya.