cc1oudy4
Anna Claudia (19) selalu memakai "topeng" keceriaan untuk menutupi retaknya hubungan keluarga yang ia pikul sendiri. Baginya, menunggu adalah bentuk pengkhianatan yang paling menyakitkan-sebuah luka yang ia bawa sejak perpisahan mendadak dengan sahabat masa kecilnya, Johny Kristian, saat kelas 4 SD.
Namun, takdir memiliki selera humor yang unik. Di kampus dan jurusan yang sama, Anna bertemu kembali dengan Johny. Pria itu masih sama: tenang, perfeksionis, dan punya tangan cekatan yang selalu merawat tanaman atau memperbaiki benda rusak. Namun, kini ada jarak yang sengaja dibangun Johny akibat trauma kehilangan ayah tercinta.
Di bawah naungan pohon rambutan di kampus dan di bawah langit yang sering kali mengirimkan "sinyal" awan berbentuk pita, melodi kotak musik lama yang mereka buat bersama kembali terdengar. Benang merah yang sempat terputus perlahan terjalin kembali melalui tugas kuliah, obrolan larut malam, dan sebuah kesadaran bahwa mungkin, mereka tidak pernah benar-benar terpisah.
Akankah mereka percaya pada timing Tuhan? Bahwa jika belum waktunya, kita tidak akan pernah sadar, namun jika sudah waktunya, tidak ada yang bisa menghalangi pertemuan dua jiwa yang memang ditakdirkan untuk saling memulihkan?