ggihan
Api telah padam. Kini, yang tersisa hanyalah heningnya baja dan dingin yang menusuk tulang. Realm kali ini-Water, Metro, Cliffside, dan Ice-menghapus segala ruang untuk kesalahan kecil. Di atas permukaan es yang rapuh dan di balik gemerlap kota neon, kecepatan bukan lagi soal tenaga mesin, melainkan soal presisi mutlak dalam membelah kesunyian.
Tekanan semakin tinggi ketika armada misterius ini mulai merekrut, memanipulasi, bahkan memecah tim manusia dari dalam. Di titik ini, balapan bukan hanya soal mencapai garis akhir, tapi juga mempertanyakan siapa yang bisa dipercaya di balik kemudi. Arc ini menjadi awal pergeseran besar: dari sekadar balapan kecepatan, menuju perang strategi tersembunyi yang penuh kesunyian.