Firgiawan
Di Dunia Tian, terdapat sebuah misteri mengerikan yang mengguncang seluruh alam seratus juta tahun silam.
Misteri itu dikenal dengan nama Void Essence.
Menurut catatan dalam kitab-kitab kuno, Void Essence adalah esensi misterius yang bocor dari sebuah alam yang belum pernah dijangkau oleh siapa pun. Esensi itu memiliki kekuatan yang begitu mengerikan hingga mampu menelan langit, bumi, bahkan hukum alam itu sendiri.
Selama jutaan tahun, para jenius, ahli kultivasi, hingga penguasa tertinggi dari berbagai sekte pernah mencoba menguasai Void Essence. Namun, tak satu pun berhasil.
Mereka yang mencoba menyerapnya akan mengalami serangan balik yang menghapus tubuh dan jiwa mereka tanpa meninggalkan jejak.
Sejak saat itu, Void Essence menjadi simbol kutukan.
Tak ada seorang pun yang pernah menguasainya, apalagi mencapai alam misterius tempat asal esensi tersebut.
Memasuki era sekarang, seluruh sekte besar di Dunia Tian sepakat melarang siapa pun mendekati Void Essence demi melindungi para murid mereka. Meski demikian, masih ada kultivator yang tergoda oleh kekuatan itu. Mereka percaya bahwa jika berhasil menguasainya, mereka akan berdiri di puncak seluruh alam.
Sayangnya, hasilnya tetap sama seperti seratus juta tahun yang lalu.
Mereka semua lenyap.
Di Benua Azure Timur, berdiri sebuah sekte terkenal bernama Sekte Pedang Naga.
Seperti biasa, para murid menjalani pelatihan harian. Sebagian berlatih teknik pedang, sementara yang lain bermeditasi untuk menyerap energi spiritual.
Di sudut area peristirahatan, seorang pemuda berusia enam belas tahun duduk bersila dengan mata terpejam.
Rambut hitamnya yang panjang tergerai hingga melewati bahunya. Wajahnya tampak tenang, tetapi napasnya menunjukkan bahwa ia terus berusaha membuka energi spiritualnya.
Namanya adalah Xu Tian.
Selama dua tahun sejak bergabung dengan Sekte Pedang Naga, ia belum berhasil membuka energi spiritualnya.
Padahal, sebagian besar murid hanya membutuhkan waktu satu hingga tiga bulan.
Karena itulah Xu Tian me