Mako_Icikiwir
Bandung adalah kota yang dipilih Raksa untuk pergi, meskipun sebenarnya ia sendiri tidak benar-benar tahu apa yang sedang ia cari.
Setelah lulus SMA, Nirvanda Raksa Pradipta memilih merantau jauh dari Malang dan mengambil jurusan filsafat, keputusan yang terdengar aneh bagi sebagian orang di sekitarnya. Di saat teman-temannya berjalan dengan arah yang pasti, Raksa justru hidup bersama pertanyaan-pertanyaan yang belum menemukan jawaban. Tentang masa depan, tentang dirinya sendiri, dan tentang alasan mengapa hidup terasa begitu melelahkan ketika dijalani mengikuti arah orang lain.
Di kota yang selalu turun hujan itu, Raksa menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa sekaligus pekerja paruh waktu di sebuah book café kecil. Di sana, ia bertemu banyak manusia dengan hidupnya masing-masing. Damar yang terlalu berisik, Nindi yang gemar memotret hidup orang lain, Bima dengan teori absurdnya, dan Astera Kirana, seseorang yang perlahan membuat Bandung terasa tidak terlalu asing lagi.
Namun, semakin lama Raksa tinggal di kota itu, semakin ia sadar bahwa pergi jauh tidak selalu berarti berhasil meninggalkan sesuatu. Sebab beberapa hal tetap tinggal di dalam kepala. Tentang keluarga, masa lalu, ekspektasi, dan dirinya sendiri yang bahkan belum benar-benar ia kenal.
Mungkin manusia memang hanya singgah. Tetapi beberapa pertemuan tetap meninggalkan rumah.
Akankah Raksa berhasil menemukan jawaban yang selama ini ia cari? Atau pada akhirnya, ia hanya akan menjadi seseorang yang terus berjalan tanpa pernah benar-benar tahu ke mana hidup membawanya?