bapakxboty
Di tengah samudra yang biru, berdirilah sebuah pulau makmur bernama Gayatri Kingdom. Kerajaan ini dikenal karena kekayaan alamnya yang melimpah, mulai dari rempah-rempah hingga tambang emas yang tak habis-habisnya. Pemimpinnya, Raja Wijaya, adalah sosok penguasa berusia 50 tahun yang bijaksana namun tetap memiliki wibawa yang menggetarkan. Bersama permaisurinya, Sri Sudewi yang anggun di usia 48 tahun, mereka memerintah dengan kasih sayang yang membuat rakyat hidup sejahtera tanpa kekurangan satu apa pun.
Namun, di balik kemegahan singgasana emas itu, terdapat sebuah fakta yang sudah menjadi rahasia umum di lingkungan istana. Putra mahkota mereka, Pangeran Gayu Putra Wijaya yang berusia 25 tahun, memiliki kecenderungan seksual yang berbeda. Gayu secara terang-terangan lebih tertarik pada ketangguhan pria daripada kecantikan para putri bangsawan. Meskipun awalnya menjadi bisik-bisik di antara para menteri, kasih sayang Raja Wijaya dan Sri Sudewi yang tak bersyarat membuat jati diri Gayu tetap terlindungi di dalam istana.
Kerajaan Gayatri juga memiliki satu pilar kekuatan utama yang menjaga stabilitas negeri, yaitu Sang Senopati Agung, Bagus Narendra. Di usianya yang menginjak 45 tahun, Bagus adalah sosok duda dengan perawakan yang sangat maskulin. Dadanya bidang, lengannya sekeras baja, dan wajahnya memiliki garis rahang yang sangat tegas. Ia bukan sekadar tangan kanan raja, melainkan simbol keamanan yang membuat musuh dari seberang lautan gemetar hanya dengan mendengar namanya.
Setiap pagi, Senopati Bagus melatih para prajurit di lapangan luas istana. Suaranya yang berat dan menggelegar memberikan komando yang tak terbantahkan. Raja Wijaya seringkali memandang dari balkon istana dengan rasa bangga yang luar biasa, mengetahui bahwa keselamatan keluarga dan rakyatnya berada di tangan pria sekuat Bagus. Bagus Narendra adalah pahlawan tanpa celah, seorang ksatria yang hidupnya didedikasikan sepenuhnya untuk pedang dan kesetiaan kepada mahkota.