JustHazelinezpages
Tagline: π―πππππ ππππ ππππ ππππ ππππ ππππ πππ ππππππ
-πππ π
πππ ππ ππππππ ππππ πππ ππππππ ππ ππ ππππππππ?
"πΎπππ ππ πππ ππππ πππ ππ?" "π»πππ π°'ππ ππππ ππππ πππ ππππ ππππ
ππ."
Alora Hazeline punya segalanya-cantik, terkenal, dan memimpin Hazeline Corp dengan tangan besi. Dunia memujanya, iri padanya, bahkan takut padanya. Tapi di balik sorotan glamor, hidup Alora berantakan-pengkhianatan, hubungan berantakan, dan kesepian yang terus menggerogoti. Dia terbiasa menutupi semuanya dengan senyum tajam dan tawa penuh dosa.
"Serius, mereka cuma lihat yang mengkilap," Alora terkekeh sinis saat mengoleskan lipstik merah darah. "Padahal di balik semua ini? Berantakan, babe."
Jax Carter, CEO Carter Corp yang dingin dan penuh pesona, selalu jadi teka-teki-terlihat tenang tapi mematikan. Pria dengan luka yang tak pernah sembuh dan hati yang selalu waspada. Masa lalu kelamnya terus menghantui, sementara wajahnya selalu diliputi aura berbahaya.
"Semua orang ingin sesuatu dariku," ucap Jax dingin, tatapannya menusuk menembus cakrawala. "Tapi mereka tak pernah siap menghadapi sisi gelapku."
Ketika Alora dan Jax bertemu, keduanya mengira hanya bermain-main-ego yang beradu dalam permainan penuh jebakan. Godaan yang memanas di setiap tatapan.
---
"Cuma main-main, kan?" goda Alora, mengangkat alis dengan senyum nakal. "Jangan bermain api kalau kau nggak siap terbakar," Jax menggeram rendah.
Di balik tawa nakal dan cumbu penuh dosa, rahasia terpendam mulai mengancam. Setiap ciuman menjadi ancaman, setiap sentuhan bisa berakhir luka. Cinta berubah menjadi perang dingin yang menakutkan.
"Gua nggak main hati," ketus Alora, matanya me