Bedagama Stories

Refine by tag:
bedagama
bedagama

5 Stories

  • Bumi dan Bulan by ryoharvi
    ryoharvi
    • WpView
      Reads 9
    • WpPart
      Parts 2
    Bumi tahu, mencintai Bulan akan membuat hidup mereka jauh lebih sulit. Beda etnis. Beda usia. Beda agama. Beda keluarga. Tapi ia tetap memilih perempuan itu. Sampai seseorang dari masa lalu Bumi kembali, dan seorang lelaki lain datang menawarkan Bulan sesuatu yang tidak pernah bisa Bumi berikan: kehidupan yang lebih mudah.
  • You and Me but not Us by chetasikhaa
    chetasikhaa
    • WpView
      Reads 326
    • WpPart
      Parts 6
    . . . Sebuah kutipan tentang cinta. Sebuah puisi tentang cinta. . . .
  • ARAH by kellypbb
    kellypbb
    • WpView
      Reads 70
    • WpPart
      Parts 4
    Sudah selesai masa SMA, kini Keira telah mampu memasuki universitas yang ia impikan. Cerita barupun dimulai, cerita yang selama ini Keira alami dan tidak ingin ia ulangi, cerita yang sangat ia hindari ketika telah menginjak masa perkuliahan ini. Akankah mereka akan mengikuti arah? atau memaksa melawan arus? (berisikan konten dengan ucapan kasar dan kehidupan malam, pembaca dimohon untuk bijak dalam membaca)
  • IMPOSSIBLE by migueljornoius
    migueljornoius
    • WpView
      Reads 85
    • WpPart
      Parts 4
    Gadis cantik asal Indonesia ini punya mimpi yang menjulang tinggi. Dengan tekad sekuat doa, ia mengejar beasiswa ke luar negeri-dan berhasil meraihnya, sampai ke Kota London yang megah. Namun siapa sangka, luka dari cinta lama di tanah air justru membawanya pada kisah baru yang lebih tulus, lebih dalam. Sayangnya, cinta itu tak datang tanpa rintangan. Bukan orang ketiga. Bukan jarak. Hanya satu hal-keyakinan yang berbeda. Akankah cinta bisa bertahan saat yang dipertaruhkan adalah kepercayaan? - fauziaz, 08 April 2025.
  • Almost Us ( If only we had ) by hazeylalyezah
    hazeylalyezah
    • WpView
      Reads 45
    • WpPart
      Parts 4
    Mereka tidak jatuh cinta dengan cara yang heboh. Tidak ada awal yang istimewa-hanya dua orang asing, satu meja, dan percakapan yang seharusnya biasa saja. Tapi ada hal-hal yang terasa terlalu pas untuk disebut kebetulan. Nara tidak pernah berencana untuk tinggal. Elang tidak pernah berniat untuk menunggu. Namun di antara waktu yang sempit dan pilihan yang rumit, mereka menemukan sesuatu- yang bahkan belum sempat mereka pahami... sudah harus mereka lepaskan. Karena ternyata, menjadi dekat saja tidak cukup. Dan dari semua kemungkinan yang ada, mereka hanya menjadi satu hal- hampir.