Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Belanda Stories

Refine by tag:
belanda
WpAddkonsep
WpAdderopa
WpAddlandscape
WpAddjepang
WpAddtaman
WpAddklasik
WpAddamerican
WpAddminimalis
WpAddmelati
WpAddmawar
WpAddjati
WpAddwisata
WpAddbunga
WpAddkayu
WpAddindah
WpAddmodern
WpAddmediterania
WpAddtropis
WpAddmeter
belanda
WpAddkonsep
WpAdderopa
WpAddlandscape
WpAddjepang
WpAddtaman
WpAddklasik
WpAddamerican
WpAddminimalis
WpAddmelati
WpAddmawar
WpAddjati
WpAddwisata
WpAddbunga
WpAddkayu
WpAddindah
WpAddmodern
WpAddmediterania
WpAddtropis
WpAddmeter

126 Stories

  • Selendang Gantung dan Para Tuan Hatiku by Tyajati99
    Tyajati99
    • WpView
      Reads 967
    • WpPart
      Parts 2
    Tatapan mata Sekar adalah api, dan tariannya adalah mantra yang menyeret empat pria ke dalam jurang kegilaan. ​Menolak menyerah pada utang keluarga dan hinaan sebagai "perawan tua pemakai pelet", Sekar bertaruh nyawa di atas panggung peniti. Alun-Alun menjadi saksi runtuhnya kehormatan dari mimpi seorang wanita dan tumpahnya darah, ribuan khalayak memasang mata bukan untuk memahami bagaimana jiwanya bergerak, namun untuk menonton raganya yang dilecehkan secara paksa oleh anak bupati. Cinta tak sepenuhnya tentang rasa yang indah. Ada saatnya pula cinta bertukar rupa menjadi petaka. Sekar harus memilih: menyerah pada takdir yang mendikte hidupnya, atau menggunakan selendang tarinya sendiri untuk menjemput kebebasan yang abadi. ​Ini bukan cerita tentang bagaimana seorang wanita diselamatkan. Ini adalah tentang jiwa yang memilih mati daripada hidup terkekang dalam sangkar emas.
  • Unexpected by dilaeijustynA
    dilaeijustynA
    • WpView
      Reads 34
    • WpPart
      Parts 1
    Haii, ini karya pertama aku.. semoga suka yaa;) jangan lupa kasih aku bintang sama comment nya yaa.. hehe tunggu Chapter-chapter selanjutnya yaa Ig : @dilaeijustyn
  • Long Time No See Gazza by Lululalaayu
    Lululalaayu
    • WpView
      Reads 5
    • WpPart
      Parts 1
    Seribu cara selalu dimiliki Gazza Mahatma untuk membuat Kaniya Petra tertawa, menciptakan kenangan yang mustahil untuk dilupakan. Gadis itu-adik kelas yang satu tahun lebih muda-adalah sosok pemberani yang dulunya dengan riang mengungkapkan cinta di hadapan banyak orang. Waktu seolah selalu memberi ruang bagi hubungan mereka di masa abu-abu putih ini. Namun, tak dapat dimungkiri, ada kekhawatiran yang menyelubungi benak keduanya: bagaimana jika suatu saat waktu enggan meluangkan ruang untuk mereka bertemu? Entah sanggup atau tidak untuk merelakan, takdir selalu memiliki titik nadirnya sendiri bagi setiap insan yang dinaunginya. Di sinilah mereka sekarang, di gazebo depan SMA Pelita Bangsa. Tempat yang menjadi saksi bisu saat Kaniya mengutarakan cintanya, dan tempat yang kini kembali menjadi saksi saat ia harus melepas sosok paling berharga dalam hidupnya setelah dua tahun menjalin kasih. Gazza menggenggam erat kedua tangan Kaniya, menatap netra indahnya untuk terakhir kali sebelum ia harus terbang menuju belahan bumi yang lain untuk waktu yang cukup lama. Kali ini, bukan untuk mengakui kesalahan, melainkan untuk menitipkan sebuah harap. "Kalau pun nanti dunia berubah dan kita menjadi orang asing, aku akan tetap mengenali matamu di keramaian mana pun," ucap Gazza lirih. "Kita hanya berpisah sebentar untuk menjemput masa depan kita masing-masing. Berjanjilah padaku, saat kita bertemu nanti, kamu sudah menjadi lawyer yang keren." Gazza terdiam sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih dalam, "Aku yakin Kaniya, jika dua orang memang ditakdirkan untuk melengkapi, ia pasti akan pulang ke arah yang benar. Dan arah itu adalah aku. Kita pasti akan bertemu lagi, Kaniya." Gazza merogoh sakunya, mengeluarkan gelang yang diam-diam ia susun sendiri model bracelet kesukaan Kaniya. Dengan telaten, ia memasangkannya di pergelangan tangan gadis itu, sebelum akhirnya memberikan pelukan terakhir. Ia harus segera pergi menuju bandara, menuju negeri kincir angin itu. Belanda