Raung_Kemarau
Ada masa dalam hidup ketika langkah terasa ragu: antara pergi atau tinggal, antara mengikuti panggilan hati atau bertahan demi mereka yang kita cintai.
Puisi ini lahir dari pergolakan itu, perasaan ingin merantau sejauh mungkin, namun tetap dibayangi tanggung jawab dan cinta kepada rumah.
Di tengah tarikan angin yang menjanjikan kebebasan, dan akar yang menahan agar tetap membumi, kita sering lupa: bahwa tak semua keputusan harus diselesaikan dengan pasti. Kadang, cukup dengan menunduk, lalu berdoa agar setiap langkah, entah jauh atau dekat, tetap dalam lindungan-Nya.