pujash
Di balik dinginnya London dan hiruk pikuk dunia akademik internasional, seorang lelaki bernama Zafii Haidar Al Ghufroni menyimpan rindu yang tak pernah benar-benar selesai. Lulusan terbaik Psikologi Al Azhar Kairo dengan predikat mumtaz ma'a martabat asy-syaraf dan peringkat pertama Philosophy of Mind di Inggris itu harus memilih antara mimpi besar atau pulang untuk memenuhi harapan keluarga serta meneruskan Pesantren Al Hidayah. Setelah lima tahun jauh dari rumah, satu panggilan sederhana dari Umi dan Abah mampu meruntuhkan seluruh keteguhan yang selama ini ia bangun.
Di sisi lain, Zalwa Siti Syarifah-putri tunggal pendiri Pesantren An Nuriyah-baru kembali dari Oxford sebagai lulusan terbaik ketiga seluruh mahasiswa. Meski memiliki masa depan gemilang, ia memilih kembali ke pesantren sederhana di Bandung Selatan untuk membantu Abah dan Umi melayani santri, memasak di dapur pesantren, hingga menyajikan hidangan Maulid Nabi bersama para santri. Bagi Zalwa, ilmu bukan tentang kebanggaan, tetapi tentang pulang dan mengabdi.
Dua insan dengan luka perjuangan, kerinduan keluarga, dan mimpi besar itu dipertemukan oleh takdir di sebuah universitas di Bandung. Pertemuan yang awalnya terasa biasa perlahan menghadirkan sesuatu yang tidak pernah mereka cari-ketenangan.
Novel ini menghadirkan kisah penuh haru tentang keluarga, perjuangan menuntut ilmu di negeri orang, hangatnya kehidupan pesantren, dan cinta yang tumbuh perlahan dari hati yang sama-sama pernah merasa kehilangan rumah.