Luhoodvindy_
"Kalau ucapan saja tak cukup bisa menjelaskan padamu, biarkan aku menulisnya saja."
Orang bilang hidup itu cuma sekali, maka dari itu pilihlah pasangan yang bisa membuatmu bertahan hidup lebih lama tanpa ada tekanan. Apa memang benar harus memilih pasangan yang sempurna sebelum memulai hubungan? Aku rasa itu benar juga, tapi kalau akhirnya tidak memilliki pasangan karena takut salah pilih bagaimana?
Aku juga takut sebelumnya, tapi tidak setelah aku menemukan seorang pria yang mampu membuatku lebih mengerti arti kehidupan. Bukan hanya dipenuhi cinta buta yang penuh tuntutan saja, melainkan sebuah pengertian dan saling menjaga tanpa perlu pengekangan.
"Memangnya kamu sayang sama aku?"
"Sayang."
"Lantas kenapa tidak membalas pesan?"
"Aku ngga mau membalas lewat kata-kata kosong, aku maunya ketemu langsung kaya sekarang."
"Tapi sama saja, kamu ngga sayang sama aku."
"Ya ini bukti sayang aku, nyatanya aku lebih pilih liat kamu bicara daripada tangan kamu yang kirim balasan pesan."
Pria ku, Bintang Noa Dhianggara. Pria nomor 2 yang membuatku merasa sempurna setelah ayahku.