_ayeeeeee_
"Maaf, aku baru datang" ujar pria bermanik ruby itu lirih, menatap gundukan tanah merah di tengah hujan.
"...maaf komandan, sepertinya semua masih terlalu berat untuknya" Ochobot meminta maaf atas perlakuan Hali yang kurang sopan.
"Tak apa, jika aku ada di posisinya, mungkin aku akan melakukan hal yang sama".
".....masih belum ya?" Gopal sebenarnya cukup prihatin melihat kondisi sahabatnya yang satu itu, tak peduli apapun yang mereka lakukan, Hali masih belum bisa bangkit dari dukanya.
"....pasti berat baginya, berikan dia sedikit lebih banyak waktu" Qually ikut menghela nafas.
".....aku kangen kita yang dulu" Yaya menata punggung yang berjalan menjauh agak sempoyongan itu. Ia masih ingat jelas kehangatan dan kerusuhan yang selalu terjadi disekitar mereka, namun kini hanya hening yang menyapa.
"Kita usahakan agar semuanya membaik" Ying mencoba tetap berpikir positif.
'Susah....' tentu saja Fang tahu akan hal itu. Adik-adik Hali adalah dunianya, saat mereka semua pergi meninggalkannya, Hali jatuh dalam jurang yang dalam.
Satu-satunya yang bisa menyelamatkan Hali kini hanya adik-adiknya, tapi mereka tak bisa menghidupkan orang yang sudah mati.