thatbellechic
"Beberapa rasa memang ditakdirkan hanya tumbuh, bukan tiba."
Belasan tahun terlewati, namun perasaannya masih sama, Margin masih menyimpan perasaan untuk teman kecilnya, Alaric Putra Ginanjar. Ia jatuh cinta tanpa alasan yang bisa ia jelaskan.
Mungkin karena masa kecil yang samar, barangkali ketenangan yang ia temukan setiap kali melihat cuplikan hidup Alar-teman SD yang kini hanya bisa dilihat dilayar ponselnya.
Mereka tak pernah bertemu lagi. Tak pernah berbicara. Tak pernah saling menyapa. Hubungan mereka hanya sebatas : follow dan diam. Tapi bagi Margin, cukup untuk membangun semesta.
Dan mungkin... memang bukan untuk sampai.
Alaric tak pernah tahu. Tak akan pernah tahu. Dan Margin, memilih tetap diam di antara jarak dan diam, mencintai dan tetap akan begitu, entah kapan saatnya perasaan itu harus pudar.