Fanyaaaaa
"Anak-anakku, inti dari kehidupanku."
"Kaa-san yang terbaik!!"
Suara tawa mereka menggema di antara angin sore yang hangat. Di tengah hiruk-pikuk dunia jalanan yang keras, Yae (Name) berdiri sebagai sosok yang berbeda. Tenang, lembut, dan penuh kasih. Ia bukan hanya salah satu dari empat raja Bofurin, tapi juga jantung yang menghidupkan mereka.
Bagi para pemuda itu, (Name) sudah seperti ibu yang tak pernah mereka miliki. Di balik tangan yang lembut, tersimpan kekuatan yang menenangkan. Dalam pelukannya, luka yang selama ini tersembunyi perlahan sembuh. Tanpa perlu banyak kata, hanya kehangatan yang tulus.
Mereka, para "Anaknya", tahu betul arti keberadaannya. Di dunia yang penuh kekerasan dan kebencian, (Name) adalah satu-satunya tempat di mana mereka bisa merasa aman. Karena itu, mereka melindunginya dengan sepenuh hati. Bukan karena perintah, melainkan karena cinta yang tumbuh tanpa disadari.
Layaknya sehelai kain sutra di tengah baja yang berkarat, (Name) tetap lembut meski dunia di sekitarnya kasar. Ia bagaikan tulip putih yang tumbuh di antara mawar berduri. Mewangi dalam kesederhanaan, lembut namun kuat, indah namun tak tersentuh oleh keburukan.
Dan di setiap senyumnya, mereka menemukan alasan untuk terus berdiri.
Untuk terus berjuang.
Untuk tetap hidup.
Karena bagi mereka, (Name) bukan sekadar "Ratu" dari Bofurin. Dia adalah rumah.