Anzazayunnakunsha
Bagi Harit, laut adalah rumah, tapi juga batas yang nyata. Sebagai pemuda yatim piatu yang tumbuh di bawah atap paman dan bibinya, ia tahu diri. Dunianya hanya seputar jala, pasir pantai, dan seragam SMA yang mulai kusam. Lalu datanglah Namping. Pemuda kota dengan binar mata secerah matahari musim panas, yang datang bukan sekadar untuk berlibur, melainkan untuk melihat proyek resor mewah keluarganya-proyek yang perlahan akan mengubah wajah pantai tempat Harit berpijak.
Harit jatuh hati, namun ia memilih membisu. Bagaimana mungkin seorang bocah pesisir berani menyentuh sang tuan muda dari kota? Di saat Namping menunggu sebuah kata untuk tinggal, Harit justru sibuk membangun tembok setinggi karang.
Dapatkah komunikasi yang tersendat dan perbedaan ini menemukan titik temu, ataukah cinta mereka akan karam sebelum sempat berlayar?